K-Wave atau yang dikenal dengan Hallyu telah mengambil alih perhatian masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan milenial. Semakin sulit untuk menemukan merek-merek mewah yang tidak mempekerjakan selebritas Korea sebagai global ambassador mereka. Beberapa merek di Indonesia saat ini mulai menjadikan selebriti Korea sebagai brand ambassador padahal penting untuk diperhatikan bahwa pelanggan mungkin mengetahui bahwa selebriti itu sendiri mungkin tidak menggunakan produk dari merek yang mereka iklankan. Menumbuhkan loyalitas konsumen adalah salah satu strategi untuk mencapai kesuksesan di pasar yang penuh dengan pesaing dan di mana biaya beralih dari satu penjual ke penjual lainnya sangat rendah. Untuk menumbuhkan loyalitas konsumen, perusahaan harus memberikan kesempatan bagi konsumen untuk terlibat dalam aktivitas yang mereka sukai. Anak muda Indonesia tertarik pada K-pop karena memberi mereka rasa pelarian dan komunitas. Baik melalui kesesuaian kepribadian antara perusahaan dan selebriti atau melalui keterlibatan penggemar, memanfaatkan selebriti Korea untuk menciptakan loyalitas pelanggan merek di Indonesia. Penelitian ini sebagian besar menggunakan metode kuantitatif untuk mengumpulkan data. Survei online berbasis kuesioner akan berfungsi sebagai alat penelitian. Responden ditawari serangkaian pertanyaan yang membutuhkan jawaban pilihan ganda, skala likert, dan jawaban singkat. Survei dibuat dapat diakses oleh responden melalui berbagai platform online. Karena tersebar luasnya tautan survei melalui internet, pertanyaan saringan diperlukan untuk memvalidasi bahwa responden memenuhi syarat untuk menyelesaikan survei. Pertanyaan saringan menentukan apakah responden telah membeli produk atau layanan dari merek yang duta mereknya adalah selebritas Korea atau tidak. Agar tanggapan survei mereka di masa mendatang valid, persyaratan harus dipenuhi. Berdasarkan hasil analisis data, kongruensi kepribadian dan keterlibatan penggemar berpengaruh signifikan terhadap penguatan loyalitas pelanggan melalui keterikatan brand dan rasa cinta kepada suatu brand. Mayoritas responden percaya bahwa selebritas Korea itu menarik, dan membeli produk yang mereka iklankan adalah bentuk dukungan untuk selebritas tersebut. Mengasosiasikan karakteristik manusia dengan suatu merek berdasarkan persepsi konsumen terhadap merek tersebut memungkinkan konsumen untuk mengekspresikan konsep dirinya dan memberikan kenyamanan. Hubungan antara konsumen dan merek terdiri dari perasaan konsumen terhadap merek. Partisipasi penggemar dapat menyebabkan interaksi antara pelanggan yang melampaui transaksi moneter dan mencakup pertukaran ide, perasaan, dan sikap mengenai merek. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jenis barang yang dibeli tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Oleh karena itu, merek-merek di Indonesia tidak diharuskan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang secara khusus membidik produknya. Menerapkan teknik pencocokan merek dan gamifikasi, serta mengembangkan ekosistem eksklusif untuk produk mereka, adalah beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan Indonesia jika ingin memaksimalkan pengaruh selebriti Korea sebagai brand ambassador.
Perpustakaan Digital ITB