digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Lestari Wevriandini
PUBLIC Irwan Sofiyan

Kebutuhan masyarakat terhadap produk kosmetik atau skincare semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan komposisi atau bahan aktif yang terkandung di dalamnya juga meningkat. Asam elagat merupakan senyawa fenolik tanaman yang menjadi salah satu bahan aktif yang terkandung pada produk kosmetik atau skincare. Tingginya aktivitas antioksidan pada asam elagat membuat senyawa ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit. Produksi asam elagat masih sangat sulit dilakukan terkait dengan tingginya biaya produksi dan beberapa produk sampingan yang dihasilkan terutama dari degradasi ellagitanin. Pada penelitian ini digunakan pendekatan bioteknologi dengan Solid State Fermentation (SSF) dengan jamur Aspergillus niger yang akan menggunakan enzim tannase untuk mendegradasi ellagitannin dan meningkatkan kandungan asam elagat pada raspberry merah Tujuan dari penelitian ini melakukan pengembangan bioproses untuk mengoptimasi produksi asam elagat dari fermentasi raspberry merah. Optimasi dilakukan dengan metode Response Surface Methodology menggunakan desain Central Composite Design (CCD) dengan memvariasikan konsentrasi media fermentasi laktosa, yeast extract dan (NH4)2SO4. Pengujian kandungan antioksidan pada raspberry merah hasil fermentasi juga dilakukan untuk mengetahui potensi asam elagat hasil fermentasi sebagai bahan sediaan kosmetik. Berdasarkan hasil pengujian dengan Response Surface Methodology, aktivitas tannase dan asam elagat optimum dapat diperoleh dari media fermentasi laktosa 6.3125% (w/v), yeast extract 1,475% (w/v) dan (NH4)2SO4 0.824% (w/v). Hubungan antara faktor konsentrasi yeast extract dan laktosa memiliki pengaruh positif terhadap aktivitas tannase maupun asam elagat, sedangkan hubungan antara faktor konsentrasi yeast extract dan (NH4)2SO4 memiliki pengaruh negatif. Produksi asam elagat meningkat pada aktivitas tannase optimum. Aktivitas tannase dan jumlah produksi asam elagat yang dihasilkan dari optimasi adalah sebesar 1,53 dan 15,73 mg/L. Nilai tersebut termasuk kedalam rentang nilai prediksi (95% PI) hasil validasi dan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai prediksi sebesar 14,62 mg/L dan fermentasi alami sebesar 6,99 mg/L. Fermentasi raspberry merah dengan Aspergillus niger dapat mempengaruhi dan meningkatkan kandungan antioksidan pada raspberry merah. Aktivitas antioksidan pada raspberry merah hasil fermentasi lebih tinggi dibandingkan dengan raspberry merah non fermentasi dan mendekati nilai ekstrak fenolik raspberry merah.