Sebagai sumber bahan bakar utama, bisnis Migas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pasar energi global. Begitupun di Indonesia, porsi migas dalam bauran energi primer tercatat sebesar 50.22%. Sektor energi merupakan penyumbang terbesar kedua emisi karbon di Indonesia. Sejak Perjanjian Paris dimana negara-negara di dunia berkomitmen untuk pengurangan emisi karbon dan net zero pada tahun 2050, transisi energi menjadi topik utama di sektor energi. Banyak perusahaan di Industri Migas termasuk di Indonesia telah berkomitmen pada pengurangan emisi gas rumah kaca dalam jangka panjang.
Perusahaan oil-field services (OFS) dalam hal ini salah satunya Green Bay Hornet (GBH) merupakan salah satu pelaku usaha dalam rantai pasok Migas yang merupakan peyedia barang dan jasa kepada perusahaan Migas untuk kegiatan eksplorasi dan Produksi Migas. Dampak energy transisi akan dirasakan langsung bagi perusahan OFS dimana kebutuhan industry harus dipenuhi agar peruahaan OFS dapat terus beroperasi dan menciptakan nilai. Penelitian ini akan mengeksplorasi perencanaan skenario untuk sektor energi di Indonesia melihat kemungkinan di masa depan sampai tahun 2035 yang kemudian menjadi key focal issue dalam penelitian ini. Skenario dibuat berdasarkan faktor pendorong utama dan ketidakpastian yang telah diidentifikasi melalui analisis data primer dari wawancara stakeholder dan informasi sekunder dari berbagai studi literatur. Pengembangan perencanaan scenario dilakukan dengan analisis eksternal seperti PESTEL & Porter’s Five Forces dan Internal seperti VRIO & Resouced-based View. Sekitar 26 pendorong Utama diidentifikasi dan kemudian dengan melakukan proses scoring dan grading, scenario adaptif dibentuk menggunakan metode deduktif yang berkonsentrasi pada pendorong utama yang memiliki dampak terbesar dan tingkat ketidakpastian tertinggi. Tahapan perencaraan skenario meliputi 5 tahap yaitu orientasi, eksplorasi, pengembangan skenario, pertimbangan opsi dan implikasi, serta integrasi.
Keempat skenario tersebut adalah (i) Empty Boat - EB, (ii) Leaking Boat- LB, (iii) Rocking the Boat - RB, and (iv) Rowing to Win - RTW. Masing-masing skenario menggambarkan bagaimana kondisi industri Migas Indonesia, seberapa cepat transisi energi, bauran energy fosil dan terbarukan, pusat perhatian pemerintah, kebijakan regulasi serta perkembangan yang dibuat untuk mencapai tujuan emisi nol bersih. Penelitian ini menjelaskan implikasi, opsi dan strategi untuk setiap skenario yang kemudian dapat menjadi pertimbangan perusahaan Green Bay Hornet (GBH) sebagai perusahaan OFS untuk memungkinkan keputusan proaktif dan mengevaluasi strategi agar tangguh di setiap skenario. Riset ini mengusulkan untuk perusahaan dapat menilai kembali pasar energi, kondisi bisnis dan kompetensi inti serta bagaimana memperluas dan mendiversifikasi portofolio teknologi, produk dan jasa ke energi bersih dan terbarukan.
Perpustakaan Digital ITB