Dikeluarkannya undang-undang no 4 tahun 2009 dan peraturan presiden no 1 tahun 2017 menjadi tantangan bagi PT Freeport Indonesia dalam menjalankan bisnis industri pertambangan yang sedang melemah. Jaminan investasi sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun strategi kedepan dalam mengembangkan usaha yang sedang dijalankan.
PT Freeport Indonesia sebagai salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia yang telah beroperasi sejak tahun 1967 di Indonesia kurang lebih selama 50 tahun telah menghadapi berbagai tantangan dalam lingkungan industri pertambangan yang sedang dijalaninya. Untuk menghadapi tantangan tersebut PT. Freeport Indonesia memerlukan strategi yang baik sehingga dapat menghadapi tantangan dari luar maupun dari dalam. Perencanaan skenario adalah salah satu metode yang sangat baik di terapkan untuk mencapai tujuan PT. Frepoort Indonesia menjadi perusahaan tambang tembaga dan emas terbaik secara global.
Metode yang dilakukan dalam membuat perencanaan skenario ini adalah dengan mengumpulkan berbagai informasi yang sedang dihadapi industri pertambangan secara global melalui beberapa referensi literatur dan juga melibatkan beberapa responden dari internal perusahaan dan mitra melalui wawancara yang berkaitan dengan yang sedang dihadapi oleh PT Freeport Indonesia. Hasil dari pengumpulan data dan wawancara didapati dua kunci kritikal ketidakpastian yang menjadi dua sumbu utama dalam penyusunan skenario tersebut. Ketidakpastian kritikal pertama berkaitan dengan kondisi pasar komoditas industri pertambangan yang 6 tahun belakangan mengalami keterpurukan, ketidakpastian kritikal kedua adalah kebijakan pemerintah yang tidak jelas terhadap jaminan perpanjangan investasi PT Freeport Indonesia yang akan berakhir pada tahun 2021. Dari ke dua ketidakpastian kritikal tersebut dihasilkan empat rencana skenario yang akan dipersiapkan oleh PT Freeport Indonesia. Skenario tersebut adalah Toll road scenario, Subway scenario, Boulevard scenario, dan Rural road scenario. Masing-masing skenario tersebut diidentifikasi komponen perencanaan strategis yang meliputi narasi, opsi, implikasi, dan sinyal yang menjadi peringatan dini.
Sebagai rekomendasi atas pelaksanaan perencanaan skenario yang disusun pada penelitian ini, rencana skenario yang dihasilkan sangat memerlukan sinergi dengan strategi yang telah dibagun oleh perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB