Krisis energi yang terjadi di Eropa dan China menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan terhadap batubara. Kenaikan permintaan ini juga diiringi dengan kenaikan harga batu bara dunia. Kenaikan permintaan tersebut juga terjadi di Indonesia sebagai salau satu negara dengan cadangan batubara terbesar di dunia. Selain permintaan terhadap ekspor, permintaan batubara didalam negeri juga masih diperlukan sebagai energi pembangkit tenaga listrik. PT Bumi Resource Tbk yang merupakan salah satu perusahaan dengan cadangna batubara terbesar di
Indonesia, memasok sebagian besar batu baranya untuk dalam negeri dan sebagian besar untuk China. Sehingga diperlukan peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan-permintaan tersebut. Salah satu cara untuk melakukan peningkatan produksi dengan mengoptimalkan capital structure perusahaan. Proporsi hutang dan ekuitas yang merupakan modal akan menjadi focus perusahaan kedepannya. Kondisi keuangan perusahaan yang memiliki banya hutang, hal ini akan menganggu proyek-proyek perusahaan kedepannya. Beberapa kali PT Bumi Resource Tbk pada akhirnya tidak dapat melunasi hutangnya. Berdasarkan perhitungan melalui teori Damodaran, struktur modal yang optimal bagi perusahaan di tahun 2021 yaitu dengan 30 persen rasio hutang. Hal ini akan memaksimalkan nilai perusahaan sebesar $1,709,478,366 dengan WACC 7.86 persen. Sedangkan untuk kedepannya, dibuat proyeksi dengan tiga skenario, yaitu skenario terbaik, skenario dasar, dan skenario terburuk. Melalui ketiga skenario tersebut, skenario terbaik dengan debt rasio 10 persen menghasilakan nilai perusahaan terbesar yaitu $4,605,803,420 dengan WACC terkecil yaitu 9.06 persen. Terdapat beberapa cara-cara berdasarkan framework dari Damodaran. Pertama, perusahaan dapat melakukan debt for equity swap dengan mengubah hutangnya menjadi ekuitas atau melakukan private placement. Kedua, perusahaan dapat bernegosiasi dengan pemberi hutang. Ketiga, perusahaan dapat menjual asetnya untuk membayar hutang yang dimilikinya.
Perpustakaan Digital ITB