RU VI Balongan merupakan salah satu dari enam kilang minyak downstream milik PT
Pertamina (Persero) yang mempunyai peran penting dalam distribusi minyak ke DKI
Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya. RU VI Balongan mempunyai visi perusahaan
yaitu menjadi kilang terkemuka di Asia pada tahun 2025. Dengan penetapan visi
sebagai berikut, maka dibentuklah strategi organisasi yang disebut Grand Strategy
dengan tema Product Excellence. Grand Strategy pada periode ini mempunyai lima
jenis kebijakan yang diimplementasikan kepada strategy tersebut. Menurut RU VI
Balongan issues report bulan May 2022, kilang mempunyai delapan resiko pada area
supply chain yang masih belum terselesaikan dengan baik. Unclosed risk issue ini
dapat mengganggu dan mengancam kebijakan dari Grand Startegy sehingga visi dari
RU VI Balongan menjadi tidak dapat terealisasikan.
Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mencari factor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya unclosed issue risk dan cara menanganinya. Hal ini dilakukan dengan
melakukan pengumpulan data primer dan sekunder terkait dengan business issue yang
sudah di explorasi. Setelah itu dilajutkan dengan melakukan supply chain mapping
dengan metode SCOR untuk mengetahui aktivitas di RU VI Balongan secara terinci.
Dilanjutkan dengan mencari akar permasalahan dengan merujuk pada business issue
dan supply chain mapping. Setelah itu, alternative solution diajukan dengan
menggunakan House of Risk untuk semua controllable akar permasalahan. Hasil dari
penelitian ini ditemukan bahwa unclosed issue risk tersebut mempunyai empat buah
akar permasalahan yaitu tidak terdapatnya resiko agent (penyebab) prioritas,
lambatnya perbaruan dalam risk register, kurangnya informasi pada risk register dan
lambatnya pelaksanaan rencana mitigasi. Dengan penerapan metode House of Risk,
ditemukan risk agent prioritas sebanyak 18 dari 43 jenis risk agent serta 28 preventive
action atau mitigasi untuk dapat diterapkan pada 18 jenis risk agent prioritas tersebut.
18 risk agent tersebut dapat diterapkan lebih dari satu mitigasi dan mitigasi tersebut
dapat diterapkan untuk lebih dari satu risk agent.
Perpustakaan Digital ITB