2022 SK PP Umbul Jati Satrio [19019141] - Full Text.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk adalah salah satu perusahaan infrastruktur
telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Kegiatan utama mereka adalah penyewaan jangka
panjang untuk antena dan perangkat transmisi sinyal nirkabel lainnya di lokasi menara.
Sejak tahun 2020, pengguna internet di Indonesia semakin meningkat karena diterjang
oleh pandemi yang menyebabkan hampir seluruh aktivitas perekonomian hingga
pendidikan dilakukan dalam jaringan internet. PT Tower Bersama kemudian berencana
untuk pertumbuhan organik, kolokasi menara, dan fiber optik. Selain itu, PT Tower
Bersama Infrastructure Tbk memiliki dua obligasi yang akan jatuh tempo pada sisa
setengah tahun di 2022. Kedua kondisi tersebut memerlukan perusahaan untuk
mengeluarkan dana sebesar IDR 5,08 triliun. Untuk mewujudkan rencana tersebut
perusahaan perlu melakukan strategi pembiayaan. Strategi pembiayaan terbaik dapat
diketahui dengan cara menghitung struktur modal optimal agar perusahaan memiliki
biaya terendah dari sumber keuangannya dan juga meningkatkan nilai perusahaan ke titik
yang maksimal. Penelitian ini akan menggunakan metode Weighted Average Cost of
Capital untuk mendapatkan struktur modal yang optimal. Struktur Modal PT Tower
Bersama Infrastructure Tbk saat ini memiliki proporsi utang sebesar 70,72% dan
kepemilikan ekuitas sebesar 29,28% yang menimbulkan biaya modal sebesar 8,46%.
Berdasarkan hasil perhitungan struktur modal yang optimal, PT Tower Bersama
Infrastructure Tbk bisa mendapatkan biaya modal terendah pada 7,40% dengan proporsi
utang sebesar 51% dan ekuitas sebesar 49%. Oleh karena itu, strategi pembiayaan terbaik
perusahaan untuk saat ini dengan menggunakan pembiayaan ekuitas agar bisa mencapai
kondisi modal yang optimal.
Kata Kunci: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Struktur Modal Optimal, Weighted
Average Cost of Capital, Strategi Pembiayaan.
Perpustakaan Digital ITB