digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk adalah salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Kegiatan utama mereka adalah penyewaan jangka panjang untuk antena dan perangkat transmisi sinyal nirkabel lainnya di lokasi menara. Sejak tahun 2020, pengguna internet di Indonesia semakin meningkat karena diterjang oleh pandemi yang menyebabkan hampir seluruh aktivitas perekonomian hingga pendidikan dilakukan dalam jaringan internet. PT Tower Bersama kemudian berencana untuk pertumbuhan organik, kolokasi menara, dan fiber optik. Selain itu, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk memiliki dua obligasi yang akan jatuh tempo pada sisa setengah tahun di 2022. Kedua kondisi tersebut memerlukan perusahaan untuk mengeluarkan dana sebesar IDR 5,08 triliun. Untuk mewujudkan rencana tersebut perusahaan perlu melakukan strategi pembiayaan. Strategi pembiayaan terbaik dapat diketahui dengan cara menghitung struktur modal optimal agar perusahaan memiliki biaya terendah dari sumber keuangannya dan juga meningkatkan nilai perusahaan ke titik yang maksimal. Penelitian ini akan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital untuk mendapatkan struktur modal yang optimal. Struktur Modal PT Tower Bersama Infrastructure Tbk saat ini memiliki proporsi utang sebesar 70,72% dan kepemilikan ekuitas sebesar 29,28% yang menimbulkan biaya modal sebesar 8,46%. Berdasarkan hasil perhitungan struktur modal yang optimal, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk bisa mendapatkan biaya modal terendah pada 7,40% dengan proporsi utang sebesar 51% dan ekuitas sebesar 49%. Oleh karena itu, strategi pembiayaan terbaik perusahaan untuk saat ini dengan menggunakan pembiayaan ekuitas agar bisa mencapai kondisi modal yang optimal. Kata Kunci: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Struktur Modal Optimal, Weighted Average Cost of Capital, Strategi Pembiayaan.