digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Operasi Hana Company memiliki 2 operasi besar, Operasi Minyak Berat dan Operasi Minyak Ringan. Pembagian ini berdasarkan jenis minyak yang dihasilkan dan Area Produksi. Area produksi minyak berat berada di Dana Steam Flood dengan 13 area. Work Over dan Well Service adalah kegiatan teknis operasi suatu sumur minyak dan memerlukan proses initial killing. Pada tahun 2019 dan 2020, jumlah pekerjaan Servis Rutin yang dihentikan karena masalah initial killing di lapangan Dana meningkat cukup signifikan. Sebagian besar sumur-sumur tersebut di area 1 dan 2. Sumursumur tersebut tidak dapat tetap mati selama 30 menit dalam verifikasi dalam kondisi statis sesuai prosedur well control. Rig WOWS dicoba untuk menyelesaikan masalah initial killing tersebut dengan menggunakan viscous fluid dan CaCO3, tetapi rasio keberhasilannya hanya 33% pada 2019 hingga 2020. Setidaknya ada 7 faktor yang berkontribusi terhadap proses initial killing di sumur produksi seperti risiko well control, well control barrier, material killing fluid, prosedur, karakteristik bawah permukaan, peralatan, dan kemampuan personel. Dari Swim Lane diagram, kegagalan proses initial killing berkontribusi pada penundaan pekerjaan sumur. Analisis akar penyebab dievaluasi menggunakan Current Reality Tree berdasarkan wawancara, diskusi dan observasi. Ada 4 akar penyebab yang berkontribusi pada rasio keberhasilan proses initial killing. Dua dari empat akar penyebab (yaitu Lingkup prosedur well barrier hanya diverifikasi dengan pemeriksaan statis dan desain Fluida dan pemilihan Material tidak cukup untuk mengatasi loss) adalah kontributor utama dari rasio keberhasilan initial killing yang akan dievaluasi kemudian. Sumur-sumur yang berada di area mature di Dana Field seperti area 1 dan 2 memiliki karakteristik sub surface dimana sumur tersebut tidak mampu menahan kolom hidrostatik secara statis dan gas dari uap minyak masuk ke dalam lubang sumur sehingga persyaratan procedure well control barrier bahwa pengecekan well harus tetap mati selama 30 menit tidak tercapai. Melalui Focus Group Discussion, tim mengidentifikasi 4 alternatif potensial untuk menyelesaikan proses initial killing. Evaluasi alternatif terbaik diidentifikasi menggunakan matriks skoring Kepner-Tregoe. Metode dynamic killing untuk initial killing terbukti sebagai alternatif terbaik yang memenuhi semua kriteria “must” dan memiliki skor kriteria “wants” tertinggi. Alternatif ini memiliki rasio keberhasilan yang tinggi untuk menyelesaikan masalah dan berkontribusi pada penyelesaian pekerjaan WOWS. Untuk menyelaraskan dengan alternatif yang diusulkan, maka dibuat Manajemen Perubahan, Penilaian Risiko dan Program Sumur yang diperbarui . Inisiatif ini sudah diterapkan di 10 sumur dengan killing problem dengan rasio keberhasilan 100% dan bisa mengurangi sumur yang tertunda pekerjaan WOWS nya.