GoFood kini menjadi aplikasi online food delivery (OFD) terpopuler di Indonesia.
Namun, karena meningkatnya persaingan dan kesadaran konsumen di pasar OFD,
banyak bisnis sering mengandalkan survei peringkat untuk mendapatkan masukan
tentang kinerja mereka. Namun, rata rata peringkat yang diperoleh GoFood adalah
bintang 5 atau tidak memberi bintang sama sekali yang membatasi kemampuan untuk
mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan dari layanannya. Mengingat sistem
penilaian Gojek tidak memberi tunjuk peringkat yang diberikan oleh pengguna lain,
makalah ini akan eksplorasi dengan metode campuran untuk; pertama, mengeksplorasi
alasan mengapa pengguna memberi dan tidak memberikan peringkat bintang ketika
peringkat tersebut tidak akan terlihat oleh pengguna lain; kedua, menentukan apakah
Gojek harus mempertahankan atau menghilangkan sistem pemeringkatannya; dan juga
mengusulkan rekomendasi bagi perusahaan untuk memastikan kepuasan penggunanya.
Setelah mewawancarai 21 pengguna GoFood di Bandung, analisis tematik induktif
menemukan bahwa pengguna memberikan penilaian untuk mengungkapkan
pengalaman mengecewakan atau yang luar biasa, dipicu oleh pengingat, dipengaruhi
oleh keadaan pribadi dan sebagai tanda apresiasi atau empati terhadap pengemudi.
Alternatifnya, pengguna tidak memberikan penilaian karena tidak adanya pengalaman
yang menonjol, tidak ada waktu luang, kelupaan, kemalasan, keengganan untuk
mengungkapkan pengalaman yang mengecewakan dan karena tidak ada manfaat bagi
penilai. Temuan ini digunakan untuk merancang instrumen kuantitatif, yang
memperoleh 209 tanggapan dari pengguna GoFood di Bandung dengan temuan bahwa
lebih dari separuh yang memberi bintang 5 memberikan peringkat tersebut karena
empati dan ada korelasi antara perasaan terpaksa dan rasa terganggu dari kotak
peringkat pop-up GoFood. Kelupaan dan kemalasan menjadi dua alasan untuk
melewatkan pengisian peringkat yang paling sering dipilih. Oleh karena itu, sistem
rating Gojek harus tetap dipertahankan dengan batasan dan tujuan, mengingat lebih dari
setengah rating bintang 5 memberikan penilaian tersebut bukan karena kinerja
sebenarnya dari pengemudi tetapi karena empati. Tanpa itu, perusahaan akan kesulitan
untuk memastikan bahwa pengemudi terus memberikan tingkat layanan yang sama.
Bahkan, sistem peringkat ini dapat disimpan sebagai metode yang paling nyaman untuk
mengumpulkan masukan negatif. Untuk menjaga kepuasan penggunanya, Gojek juga
dapat memperkenalkan program insentif, memungkinkan pengguna untuk memberikan
tip saja atau memperkenalkan fitur anonymous rater. Namun, mengingat kompleksitas
layanan dan operasi Gojek, studi lebih lanjut harus dilakukan dahulu.
Perpustakaan Digital ITB