digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT 3P sebagai perusahaan BUMN pertambangan migas yang bertugas mengelola usaha di bidang energi. Oleh salah satu anak perusahaan, PT 3P Refinery Unit Dumai telah memproduksi berbagai produk BBM dan Non BBM dari dan telah didistribusikan ke berbagai pelosok tanah air dan luar negeri. Proses operasi PT 3P Refinery Unit Dumai membutuhkan bahan kimia dalam proses operasinya. Ada 3 jenis stok bahan kimia aktif dengan kategori fast moving: Sodium Hydroxide (NaOH), Hydrochloric Acid (HCl), dan Calcium Hypochlorite (Ca(ClO) 2 ). PT PT 3P Refinery Unit Dumai melalui fungsi Procurement yang bertanggung jawab atas ketersediaan bahan kimia menghadapi permasalahan terkait dengan: (1) strategi pengendalian persediaan (EOQ) saat ini tidak diikuti secara konsisten, (2) pengiriman kurang fleksibel, dan (3) tindakan pengisian ulang persediaan tidak terencana. Hal ini berdampak pada kondisi pengurangan biaya dan tingkat layanan. Alternatif solusi untuk strategi pengisian ulang persediaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Economic Order Quantity (EOQ) yang tepat, Just In Time (JIT), dan Vendor – Managed Inventory (VMI). Berdasarkan perhitungan biaya total, strategi JIT merupakan alternatif terbaik. Metode JIT memiliki biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan metode EOQ dan VMI yang tepat. Jika PT 3P Refinery Unit Dumai dapat menerapkan metode JIT, maka potensi penghematan biaya dari strategi JIT yang diperoleh perusahaan adalah sebesar Rp 9.814.660.114,- atau sekitar 31,98 % dari total biaya strategi pengendalian persediaan yang ada. Hasilnya adalah konseptual perbaikan telah dikembangkan terkait dengan model JIT tentang proses, kebijakan pengisian, pergudangan, hubungan pemasok dan sistem informasi. Berdasarkan identifikasi, ada juga potensi risiko yang muncul seiring dengan penggunaan strategi baru. Dengan pembuatan urutan resiko dan rencana tindakan, PT PT 3P Refinery Unit Dumai telah siap memitigasi risiko tersebut.