PT 3P sebagai perusahaan BUMN pertambangan migas yang bertugas mengelola usaha di bidang
energi. Oleh salah satu anak perusahaan, PT 3P Refinery Unit Dumai telah memproduksi berbagai produk
BBM dan Non BBM dari dan telah didistribusikan ke berbagai pelosok tanah air dan luar negeri. Proses
operasi PT 3P Refinery Unit Dumai membutuhkan bahan kimia dalam proses operasinya. Ada 3 jenis stok
bahan kimia aktif dengan kategori fast moving: Sodium Hydroxide (NaOH), Hydrochloric Acid (HCl), dan
Calcium Hypochlorite (Ca(ClO)
2
).
PT PT 3P Refinery Unit Dumai melalui fungsi Procurement yang bertanggung jawab atas
ketersediaan bahan kimia menghadapi permasalahan terkait dengan: (1) strategi pengendalian persediaan
(EOQ) saat ini tidak diikuti secara konsisten, (2) pengiriman kurang fleksibel, dan (3) tindakan pengisian
ulang persediaan tidak terencana. Hal ini berdampak pada kondisi pengurangan biaya dan tingkat layanan.
Alternatif solusi untuk strategi pengisian ulang persediaan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Economic Order Quantity (EOQ) yang tepat, Just In Time (JIT), dan Vendor – Managed Inventory
(VMI). Berdasarkan perhitungan biaya total, strategi JIT merupakan alternatif terbaik. Metode JIT memiliki
biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan metode EOQ dan VMI yang tepat. Jika PT 3P Refinery Unit
Dumai dapat menerapkan metode JIT, maka potensi penghematan biaya dari strategi JIT yang diperoleh
perusahaan adalah sebesar Rp 9.814.660.114,- atau sekitar 31,98 % dari total biaya strategi pengendalian
persediaan yang ada. Hasilnya adalah konseptual perbaikan telah dikembangkan terkait dengan model JIT
tentang proses, kebijakan pengisian, pergudangan, hubungan pemasok dan sistem informasi.
Berdasarkan identifikasi, ada juga potensi risiko yang muncul seiring dengan penggunaan strategi
baru. Dengan pembuatan urutan resiko dan rencana tindakan, PT PT 3P Refinery Unit Dumai telah siap
memitigasi risiko tersebut.
Perpustakaan Digital ITB