digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Shanty Sarah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Shanty Sarah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Shanty Sarah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Shanty Sarah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Shanty Sarah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Shanty Sarah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Jumlah saluran iklan digital diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Meningkatnya penggunaan iklan digital akan memperluas ruang lingkup pengawasan iklan dan meningkatkan risiko iklan yang tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan data pengawasan iklan pangan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di tahun 2020, peningkatan iklan pangan yang tidak memenuhi ketentuan terjadi secara signifikan akibat diperluasnya cakupan pengawasan ke beberapa media digital. Saat ini, perusahaan makanan dan minuman mulai mengidentifikasi peluang komunikasi terintegrasi dalam periklanan digital, seperti iklan terprogram, iklan pada permainan, native advertising, iklan oleh influencer, dan blockchain iklan karena menawarkan berbagai kelebihan dibanding media konvensional. Iklan – iklan tersebut diperkirakan akan tumbuh selama lima tahun ke depan. Pengawasan iklan makanan akan terus penuh dengan ketidakpastian di masa depan. Perencanaan skenario memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi masa depan yang tidak pasti dan konsekuensinya, yang memerlukan perencanaan strategis yang cermat untuk menghadapi peluang dan ancaman yang dapat terjadi. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana teknologi media digital akan mempengaruhi pengawasan iklan pangan di Indonesia selama lima tahun ke depan. Para ahli dari BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Akademisi, Komite Penyiaran, Asosiasi Perusahaan Periklanan, Asosiasi Perusahaan Makanan dan Minuman, dan Asosiasi e-Commerce berpartisipasi dalam penelitian ini. Lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi pengawasan iklan makanan dianalisis menggunakan Analisis PESTLE, matriks TOWS, dan System Thinking (Interrelationship Digraphs). Studi ini mengadopsi lima tahap perencanaan skenario Garvin and Levesque untuk solusi bisnis. Berdasarkan wawancara mendalam dan kuesioner, tujuh belas kekuatan pendorong didefinisikan, dan dua ketidakpastian kritis diidentifikasi. Kedua ketidakpastian kritis ini, kemajuan teknologi digital dan tingkat literasi digital, dirumuskan menjadi empat kerangka skenario. Masing–masing skenario dinarasikan dan di formulasikan implikasi dan pilihan yang dapat diambil. Melalui FGD dengan perwakilan ahli dan tim internal BPOM, pilihan-pilihan yang dapat diambil tersebut diuji. Beberapa strategi dan tindakan implementasi disarankan untuk mempersiapkan organisasi menghadapi berbagai skenario. Studi ini juga merumuskan sinyal peringatan dini dan indikator yang membedakan satu skenario dari yang lain.