digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Indah Safitri
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Kurva Intensitas-Durasi-Frekuensi (IDF) curah hujan banyak digunakan untuk mendesain infrastruktur hidrologi di daerah yang memilki keterbatasan data debit sungai. Namun, akurasi analisis IDF di daerah tropis seringkali terbatas karena distribusi stasiun curah hujan permukaan yang jarang. Dalam proyek ini, metode estimasi kurva IDF telah dikembangkan untuk analisis banjir di area operasional Kilang Minyak Pertamina RU V Balikpapan, Kalimantan Timur. Kurva IDF diperoleh dari lima produk curah hujan berbasis grid satelit: GPM-IMERG, GSMaP, PERSIANN-CCS, PERSIANN, dan MSWEP menggunakan pendekatan ansambel berbobot. Pengujian kecocokan distribusi probabilitas dilakukan untuk tiga jenis fungsi, yaitu Gumbel, Pearson Tipe III, dan Log- Pearson Tipe III secara individu, dan hasilnya dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari data curah hujan harian Stasiun Meteorologi Sepinggan untuk periode 2014-2023 menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) sebagai metrik tunggal. Hasil menunjukkan bahwa, secara individu, GSMaP memberikan estimasi IDF yang paling mendekati hasil pengamatan permukaan BMKG, yang ditunjukkan oleh RMSE terendah di semua durasi. Namun, estimasi menggunakan tiga ansambel satelit latensi rendah (GPM, GSMaP dan PERSIANN-CCS) menunjukkan bias estimasi yang lebih kecil, khususnya untuk durasi 4-7 hari, dibandingkan dengan ansambel lima satelit yang menggabungkan dataset grid latensi rendah dan tinggi. Analisis data per jam menangkap intensitas curah hujan yang lebih tinggi untuk durasi pendek (1-6 jam) daripada hasil yang diperoleh menggunakan pendekatan empiris Mononobe. Hasil analisis ketidakpastian menunjukkan bahwa varians estimasi meningkat dengan periode ulang yang lebih panjang, mencapai puncaknya di atas 250 mm/jam untuk durasi 1 jam pada periode ulang 100 tahun. Proyek ini menunjukkan bahwa metode estimasi IDF menggunakan ansambel satelit latensi rendah memberikan alternatif yang andal untuk membangun IDF di area Kilang Minyak Pertamina RU V Balikpapan untuk durasi harian dan (berpotensi) sub-harian.