PT. XYZ adalah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang bergerak di bidang consumer goods pada produk perawatan Bayi & produk perawatan lansia di Indonesia, Filipina, & Vietnam. Di Indonesia PT. XYZ menggunakan sistem proses OEM yaitu perusahaan mempekerjakan pihak ke-3 untuk memproduksi produk mereka & menjual kembali produk barang jadi ke pelanggan. OEM singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Pada tahun 2020 PT. XYZ memiliki masalah penagihan karena pandemi Covid-19, karena situasi ini beberapa perusahaan yang terkena dampak pandemi Covid19 mempengaruhi operasi bisnis dan arus kas mereka. Covid-19 berdampak pada PT. XYZ juga dalam pembayaran pelanggan, karena banyaknya keterlambatan pembayaran dari pelanggan membuat permasalahan di arus kas PT. XYZ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah penagihan di PT. XYZ.
Penelitian ini dilakukan untuk memecahkan masalah penagihan PT. XYZ. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ada beberapa akar permasalahan yang membuat situasi tersebut. Pertama, tidak ada proses uji kelayakan bagi pelanggan baru untuk memeriksa latar belakang perusahaan mereka. Kedua, target penjualan yang terlalu tinggi untuk dicapai. Ketiga tidak ada kontrol dalam batas kredit pelanggan. Keempat karena Pandemi Global Covid-19 yang membuat perusahaan mengubah model bisnisnya.
Analisis dalam penelitian ini menggunakan perhitungan rasio jatuh tempo untuk melihat kinerja penagihan perusahaan seberapa baik perusahaan mengelola Piutang Usaha yang berdampak pada arus kas perusahaan. Dalam penelitian ini juga dilakukan analisis lain seperti rasio perputaran piutang, analisis ini untuk melihat seberapa sehat penagihan perusahaan berdasarkan rasio penjualan. Analisis terakhir menggunakan anĂ¡lisis piutang dari Tabel Piutang untuk melihat berapa banyak pelanggan yang bermasalah dalam pembayarannya.
Setelah penelitian penulis mengusulkan kepada PT.XYZ untuk membuat promosi baru yaitu Cash Discount Promotion untuk mengatasi outstanding invoice lebih dari 60 hari dan mengusulkan rekomendasi untuk menerapkan pengendalian kredit. Untuk melaksanakan proyek baru PT. XYZ membutuhkan anggaran sekitar Rp2,2 miliar untuk melaksanakan Promosi Diskon Tunai, dengan melaksanakan promosi baru PT. XYZ mengharapkan untuk menerima uang tunai baru sekitar Rp 76 Miliar. Manfaat lainnya PT. XYZ tidak hanya menyelesaikan masalah collection yang membuat perusahaan menunda ekspansi bisnisnya namun juga memberi jaminan pada kantor pusat untuk memberi pinjaman pada PT. XYZ untuk digunakan sebagai pengembangan usaha.
Perpustakaan Digital ITB