Isu Dekarbonisasi akhir akhir ini mendorong penggunaan energi baru terbarukan meningkat
secara global salah satu bentuk energi yang dimanfaankan adalah energy matahari, dimana
pemanfaatan energy matahari didorong oleh penurunan harga solar panel yang significan. Isu
lain yang sedang hangat di bicarakan adalah penggunaan kendaraan listrik dimana sebagian
besar negara maju telah beralih menggunakan kendaraan listrik.munculnya dorongan
peralihan ke energy baru terbarukan menjadi salah satu kesempatan baru bagi perusahaan
yang bergerak di sektor ketenagalistrikan seperti PT. Pinus Elektrika Engineering yang
merupakan UKM dengan layanan utama yang ditawarkan adalah instalasi dan pemeliharaan
jaringan tegangan menengah dapat menagkap peluang untuk meningkatkan pendapatan yang
terus menurun dimana dari tahun 2018 hingga 2019 pendapatan perusahaan mengalami
penurunan karena tidak adanya proyek yang dikerjakan di PLN yang juga mengalami kesulitan
keuangan. Selain itu, pelayanan yang diberikan perusahaan hanya untuk mensuplai kebutuhan
PLN, sehingga pendapatan perusahaan sangat bergantung pada proyek-proyek yang
dikerjakan PLN.
Pada penelitian ini digunakan analisis beberapa model Analisa seperti PASTEL untuk menilai
faktor luar yang mempengaruhi perusahaan, POTERS 5 forces untuk menilai industry, analisis
kompetisi, Bisnis model kanvas dan rasio profitabilitas untuk menganalisa internal
perusahaan, SWOT analisis untuk memetakan pengaruh dari luar dan pengaruh di dalam
perusahaan dan untuk memudahkan memahami akar masalah penelitian ini menggunakan
Analisa model tulang ikan. Untuk meningkatkan pendapatan, perseroan melihat peluang di
sektor energi terbarukan dimana tiga usulan layanan yang berpotensi meningkatkan
pendapatan perseroan, yakni Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Pemasangan PV Atap, Jasa
Pemasangan Panel Surya, dan Jasa Instalasi General Electric Vehicle Charging Station Jasa.
Dengan target pasar meliputi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Untuk mengetahui kelayakan
layanan yang diusulkan, dilakukan studi kelayakan selain usulan layanan baru untuk
meningkankan skala ekonomis dari layanan yang ada, perlu dilakukan analisis kemungkinan
sinergi dengan cara sinergi cross-selling
Untuk menilai apakah usulan dapat dijalankan maka terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan
dimana ada 2 alternatif struktur modal yang diusulkan yakni pertama sumber keungan
menggunakan pinjaman jangka Panjang dari bank, kedua sumber keungan dengan penerbitan
saham preferen dimana kedua sember keuangan menggunakan asumsi biaya sebesar 15%.
Analisa penganggaran modal dilakukan untuk menilai kelayakan dari usulan layanna dengan
kedua alternatif struktur modal dan untuk layanna yang sudah ada penelitian ini menggunakan
McKinsey enam C untuk menganalisis peluang penjualan silang.
Modal awal yang dibutuhkan perusahaan adalah Rp. 1.564.996.415 dimana alternatif sumber
pembiayaan dapat berupa pinjaman jangka panjang atau melalui penerbitan Saham Pilihan
dari kedua alternatif tersebut. Dari hasil penilaian studi kelayakan untuk periode 5 tahun ke
depan, disimpulkan bahwa usulan layanan dengan dua alternatif pembiayaan dinyatakan layak
dimana payback period di bawah 5 tahun, NPV positif, PI di atas satu dan IRR di atas 60%.
sehingga perusahaan dapat menerapkan proposal layanan baru untuk meningkatkan
pendapatan dan tidak bergantung pada layanan yang ada.Saran lain yang dapat meningkatkan
pendapatan perusahaan adalah cross-selling Synergy. Dimana perusahaan bekerjasama
dengan perusahaan lain untuk melakukan penjualan bersama. Dimana dengan melakukan
cross selling perusahaan dapat lebih efisien dalam operasionalnya.
Perpustakaan Digital ITB