digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Isu Dekarbonisasi akhir akhir ini mendorong penggunaan energi baru terbarukan meningkat secara global salah satu bentuk energi yang dimanfaankan adalah energy matahari, dimana pemanfaatan energy matahari didorong oleh penurunan harga solar panel yang significan. Isu lain yang sedang hangat di bicarakan adalah penggunaan kendaraan listrik dimana sebagian besar negara maju telah beralih menggunakan kendaraan listrik.munculnya dorongan peralihan ke energy baru terbarukan menjadi salah satu kesempatan baru bagi perusahaan yang bergerak di sektor ketenagalistrikan seperti PT. Pinus Elektrika Engineering yang merupakan UKM dengan layanan utama yang ditawarkan adalah instalasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah dapat menagkap peluang untuk meningkatkan pendapatan yang terus menurun dimana dari tahun 2018 hingga 2019 pendapatan perusahaan mengalami penurunan karena tidak adanya proyek yang dikerjakan di PLN yang juga mengalami kesulitan keuangan. Selain itu, pelayanan yang diberikan perusahaan hanya untuk mensuplai kebutuhan PLN, sehingga pendapatan perusahaan sangat bergantung pada proyek-proyek yang dikerjakan PLN. Pada penelitian ini digunakan analisis beberapa model Analisa seperti PASTEL untuk menilai faktor luar yang mempengaruhi perusahaan, POTERS 5 forces untuk menilai industry, analisis kompetisi, Bisnis model kanvas dan rasio profitabilitas untuk menganalisa internal perusahaan, SWOT analisis untuk memetakan pengaruh dari luar dan pengaruh di dalam perusahaan dan untuk memudahkan memahami akar masalah penelitian ini menggunakan Analisa model tulang ikan. Untuk meningkatkan pendapatan, perseroan melihat peluang di sektor energi terbarukan dimana tiga usulan layanan yang berpotensi meningkatkan pendapatan perseroan, yakni Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Pemasangan PV Atap, Jasa Pemasangan Panel Surya, dan Jasa Instalasi General Electric Vehicle Charging Station Jasa. Dengan target pasar meliputi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Untuk mengetahui kelayakan layanan yang diusulkan, dilakukan studi kelayakan selain usulan layanan baru untuk meningkankan skala ekonomis dari layanan yang ada, perlu dilakukan analisis kemungkinan sinergi dengan cara sinergi cross-selling Untuk menilai apakah usulan dapat dijalankan maka terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan dimana ada 2 alternatif struktur modal yang diusulkan yakni pertama sumber keungan menggunakan pinjaman jangka Panjang dari bank, kedua sumber keungan dengan penerbitan saham preferen dimana kedua sember keuangan menggunakan asumsi biaya sebesar 15%. Analisa penganggaran modal dilakukan untuk menilai kelayakan dari usulan layanna dengan kedua alternatif struktur modal dan untuk layanna yang sudah ada penelitian ini menggunakan McKinsey enam C untuk menganalisis peluang penjualan silang. Modal awal yang dibutuhkan perusahaan adalah Rp. 1.564.996.415 dimana alternatif sumber pembiayaan dapat berupa pinjaman jangka panjang atau melalui penerbitan Saham Pilihan dari kedua alternatif tersebut. Dari hasil penilaian studi kelayakan untuk periode 5 tahun ke depan, disimpulkan bahwa usulan layanan dengan dua alternatif pembiayaan dinyatakan layak dimana payback period di bawah 5 tahun, NPV positif, PI di atas satu dan IRR di atas 60%. sehingga perusahaan dapat menerapkan proposal layanan baru untuk meningkatkan pendapatan dan tidak bergantung pada layanan yang ada.Saran lain yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan adalah cross-selling Synergy. Dimana perusahaan bekerjasama dengan perusahaan lain untuk melakukan penjualan bersama. Dimana dengan melakukan cross selling perusahaan dapat lebih efisien dalam operasionalnya.