digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Saat ini, PTN Gas Plant memproses gas ikutan dari gas boot PTN Gathering Station. Gas terkait diproses melalui kompresor gas Vapor Recovery Unit (VRU) sebelum diproses lebih lanjut oleh kompresor gas AWE yang lebih besar. Setelah gas dikompresi, didinginkan dan dipisahkan kemudian dialirkan melalui pipa keluar dan menuju turbin gas yang akan digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik untuk kegiatan operasi. Selama setahun terakhir, kompresor gas VRU mengalami kegagalan berulang yang menyebabkan peningkatan waktu downtime peralatan. Peningkatan downtime menyebabkan penurunan produksi gas PTN GP karena dalam operasi saat ini gas asosiasi yang diperoleh dari gas boot harus diproses melalui VRU sebelum gas diproses oleh kompresor AWE. Penurunan produksi akibat downtime VRU menjadi permasalahan bisnis yang utama karena menyebabkan penurunan potensi keuntungan dari gas plant. Penulis mengimplementasikan Problem Tree Analysis dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Subject Matter Experts (SME's) untuk menentukan akar penyebab potensial dari solusi bisnis. Hasil analisis adalah tiga akar penyebab dan masalah mengenai kerugian produksi terkait dengan downtime VRU dapat dikurangi dengan memecahkan salah satu dari tiga akar penyebab tersebut. Untuk memecahkan salah satu penyebab, tiga alternatif yang mungkin diusulkan; membeli model VRU terbaru, memodifikasi operasi kompresor AWE yang ada, atau memindahkan unit kompresor yang tidak digunakan dari fasilitas lain Untuk mencapai keputusan alternatif mana yang akan dipilih, penulis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan Pairwise Comparisons. Survei diberikan kepada SME untuk menentukan prioritas dalam kriteria serta hubungan setiap alternatif berdasarkan kriteria tersebut. Dari hasil agregasi semua SME didapatkan hasil bahwa alternatif pembelian model VRU yang lebih baru merupakan alternatif terbaik karena memiliki bobot nilai tertinggi.