digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Air limbah tekstil dikenal sebagai salah satu air limbah yang berbahaya bagi ekosistem air karena kandungan zat kimia di dalamnya. Pada proses pengolahan air limbah tekstil, penghilangan warna masih menjadi tantangan tersendiri. Penghilangan zat warna dapat dilakukan secara efektif melalui proses anaerobik-aerobik simultan. Kendala utama teknologi-teknologi anaerobik yang yang umum dijumpai adalah washout. Penggunaan bioreaktor membran anaerobik (BMAn) dapat mengatasi kendala ini. Down-flow hanging sponge (DHS) merupakan teknologi yang telah dibuktikan efektif sebagai pengolahan pasca proses anaerobik berbagai macam air limbah. Sayangnya, studi terkait penggunaan kombinasi BMAn-DHS untuk mengolah air limbah tekstil masih terbatas. Oleh karena itu, evaluasi kinerja BMAn-DHS untuk mengolah air limbah tekstil menjadi penting. Pada penelitian ini, air limbah tekstil sintetik dengan pewarna azo Reactive Black 5 (RB5) diolah menggunakan BMAn dengan volume kerja 5 L dan DHS dengan volume kerja 0,5 L. Membran yang digunakan adalah jenis hollow fiber PVDF dengan ukuran pori 0,07 – 0,1 ?m. Variasi pada penelitian ini adalah: HRT BMAn 12 dan 24 jam, HRT DHS 1,4 dan 2,8 jam, serta fluks membran 2,65 dan 5,21 LMH. Komunitas mikroba dianalisis berdasarkan 16s rRNA gene sequence. Penelitian ini dilaksanakan pada kondisi NTP. Pada penelitian ini, penghilangan BOD, COD, dan warna yang dicapai berturut-turut adalah 97,3±1,8%, 96,7±0,7%, dan 95,2±2,0%. Mayoritas penghilangan terjadi di BMAn. Variasi HRT dan fluks membran tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja BMAn-DHS. Akan tetapi, semakin besar fluks membran dan semakin kecil HRT, pembentukan fouling pada permukaan membran akan semakin cepat. Filum yang mendominasi komunitas mikroba di DHS adalah Proteobacteria, sedangkan filum Euryarchaeota, Caldiserica, dan Proteobacteria mendominasi BMAn. Beberapa genus di BMAn sebelumnya telah dilaporkan memiliki kemampuan mereduksi zat azo, dan beberapa genus di DHS sebelumnya juga telah dilaporkan memiliki kemampuan mendegradasi amina aromatik tersulfonasi.