Di tahun 2019-2020, Pindad memperoleh beberapa kontrak dan surat pesanan dengan nilai mencapai
triliun rupiah, dimana ketika diproyeksikan maka penjualan Pindad pada tahun 2024 akan mencapai 14
triliun rupiah. Guna mendukung pencapaian target penjualan 2021-2024, Pindad membutuhkan modal
kerja yang memadai, namun berdasarkan data historis, peningkatan penjualan pada tahun 2016-2020
menunjukkan pergerakan negatif pada debt-to-equity ratio (interest-bearing debt) dan current ratio
yang merupakan rasio di perjanjian keuangan antara Pindad dan kreditur.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab pergerakan negatif pada debtto-equity
ratio
dan current ratio di tahun 2016-2020 dan menyediakan alternatif solusi yang paling
sesuai untuk Pindad agar modal kerja yang memadai tersedia untuk mendukung pencapaian target
penjualan di tahun 2021-2024 serta tetap memenuhi persyaratan rasio pada perjanjian keuangan.
Permasalahan di dalam penelitian ini diidentifikasi menggunakan Five Whys Analysis. Terdapat tiga
permasalahan utama yang ditemukan yaitu perlambatan average collection period, average age of
inventory yang tidak pernah di bawah 228 hari, dan average payment period yang semakin cepat. Ketiga
hal ini menyebabkan peningkatan siklus perputaran kas (CCC) setiap tahunnya sehingga
ketergantungan perusahaan terhadap utang terus meningkat.
Terdapat tiga alternatif yang penulis usulkan agar modal kerja yang memadai dapat tersedia untuk
mendukung pencapaian target penjualan 2021-2024. Guna memperoleh alternatif terbaik, penulis
menyusun proforma laporan keuangan dan kinerja keuangan dalam bentuk rasio keuangan dan Tingkat
Kesehatan Perusahaan (TKP) untuk masing-masing alternatif dan menggunakan decision analysis
untuk menentukan alternatif solusi terbaik. Alternatif solusi terbaik bagi perusahaan adalah dengan
memperbaiki internal perusahaan dengan tujuan mempercepat CCC dan menerbitkan MTN senilai
Rp500 miliar. Berdasarkan hasil proforma keuangan, untuk mendukung pencapaian penjualan di tahun
2021-2024 dengan debt-to-equty ratio di bawah 2,5x dan current ratio minimal 110%, perusahaan harus
mampu mempercepat CCC sehingga target CCC di tahun 2021 adalah 213 hari dan target CCC pada
tahun 2022-2024 adalah 131 hari dengan perpanjangan maksimum adalah 7 hari dari target.
Perpustakaan Digital ITB