Asia telah tumbuh menjadi benua terbesar dan terpadat sejak 1960 (Cox, 2018).
International Enterprise Singapore (2013) menyatakan bahwa permintaan domestik yang tinggi
diperkirakan akan menopang pertumbuhan PDB Indonesia, karena pangsa konsumsi swasta
diperkirakan akan meningkat dari 56% pada tahun 2012 menjadi 65% pada tahun 2030. Selain
itu, Indonesia merupakan pasar jasa makanan terbesar di ASEAN (Agriculture and Agri-Food
Canada, 2016). Terdapat studi terkait tren pertumbuhan layanan makanan, terdapat indikasi
kuat bahwa dunia menjadi cafe-centric, dengan menu cafe yang mengalami pertumbuhan
tercepat secara global, menunjukkan pertumbuhan penjualan 9,9 persen pada tahun 2016.
(Qsrweb.com, 2018). Dengan berkembangnya industri jasa makanan maka industri tersebut
perlu memperhatikan konsumen. Industri kafe memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi
pelayanan demi kepuasan konsumen. Sugianto dan Sugiharto (2013) juga menyatakan bahwa
kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, terutama pada
kecepatan dan responsivitas karyawan dalam melayani pelanggan. Responsivitas dalam
pelayanan kafe dan restoran sangat penting terkait operasional kafe dan restoran dalam
menyajikan makanan dan minuman. Durasi pemasakan dan jenis bahan masakan yang
digunakan merupakan aspek penting dalam operasional kafe, sehingga industri perlu
memperhatikan produk yang tepat dan perkembangannya untuk konsumen. Produk dalam
kemasan per porsi dan siap masak dapat mempercepat durasi penyajian. Selain itu, efisiensi
penggunaan bahan dan efektivitas dalam menghitung biaya merupakan aspek yang ditawarkan
oleh produk kemasan per porsi. Sehingga, Lokaly95 hadir dengan produk yang dapat memenuhi
kebutuhan tersebut. Namun, terdapat tantangan yang dihadapi operator restoran dalam
kemitraan pihak ketiga yang dalam hal kebutuhan dan harapan konsumen (Euromonitor
International, 2018). Sehingga studi ini meneliti tentang bagaimana Lokaly95 dapat memenuhi
kebutuhan pasar yang tepat dan perhitungan terkait ketersediaan pasar yang cukup untuk
Lokaly95. Studi ini juga memvalidasi ide awal tentang Lokaly95 yang perlu diuji untuk
memberikan gambaran umum tentang pengelolaan dan perencanaan Lokaly95 di masa
mendatang.
Penelitian ini menggunakan kerangka disiplin kewirausahaan yang menyesuaikan dengan
format tugas akhir akademik. Tahapan penelitian ini melalui eksplorasi, solusi, dan rencana
implementasi. Kajian ini dikembangkan melalui ide awal. Kemudian memvalidasinya melalui
observasi, wawancara, dan kuesioner. Eksplorasi menghasilkan solusi. Hasil dari penelitian ini
adalah kedai kopi sebagai pasar Lokaly95 dengan produk makanan beku yang dikemas per porsi
sebagai value Lokaly95. Produk Lokaly95 terdiri dari 20 jenis berdasarkan validasi pelanggan.
Rencana implementasi dibentuk berdasarkan proses perolehan pelanggan.
Perpustakaan Digital ITB