Saat ini, produk Korea mulai menjadi salah satu produk yang disukai masyarakat Indonesia.
Fenomena paparan budaya populer Korea berdampak pada gaya hidup, khususnya pada
masyarakat Indonesia yang menyukai drama Korea, music pop, program reality show, dan
yang mengagumi selebriti Korea. Dampak lainnya yaitu, semakin tingginya minat konsumen
Indonesia terhadap produk konsumsi asal Korea. Salah satunya adalah makanan dan
kosmetik yang merupakan dua kategori produk yang paling disukai dan banyak dikonsumsi
(Nadhifah & Tusita, 2019; Srihartati et.al, 2018).
Pendekatan adopsi produk berbasis budaya dan pemasaran saling terkait dan mendukung satu
sama lain. Indonesia menjadi contoh yang sangat baik tentang bagaimana faktor pemasaran
akan terkait dengan faktor budaya, mengingat Indonesia yang multikultural. Dalam hal ini,
beberapa kondisi Indonesia dapat mempengaruhi adopsi produk Korea seperti mayoritas
penduduknya adalah Muslim yang mana memiliki kepercayaan untuk mengkonsumsi produkproduk
halal
(Hakeem
& Lee, 2018). Lalu, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan
jumlah penggemar K-Pop terbesar di dunia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh moderat fanatisme pada perspektif
budaya dan pemasaran terhadap adopsi kosmetik dan produk makanan Korea di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif
diperoleh dari wawancara kelompok terarah dengan menggunakan teknik snowball sampling.
Survei kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner 202 responden dengan
menggunakan metode simple random sampling dan dianalisis menggunakan model
persamaan struktural (SEM) AMOS versi 22.0. Sampel penelitian ini adalah Muslim
Indonesia dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
faktor budaya dan pemasaran mempengaruhi adopsi produk. Selain itu, ditemukan juga
bahwa fanatisme memoderasi penerimaan produk berdasarkan budaya dan pemasaran.
Perpustakaan Digital ITB