digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Saat ini, produk Korea mulai menjadi salah satu produk yang disukai masyarakat Indonesia. Fenomena paparan budaya populer Korea berdampak pada gaya hidup, khususnya pada masyarakat Indonesia yang menyukai drama Korea, music pop, program reality show, dan yang mengagumi selebriti Korea. Dampak lainnya yaitu, semakin tingginya minat konsumen Indonesia terhadap produk konsumsi asal Korea. Salah satunya adalah makanan dan kosmetik yang merupakan dua kategori produk yang paling disukai dan banyak dikonsumsi (Nadhifah & Tusita, 2019; Srihartati et.al, 2018). Pendekatan adopsi produk berbasis budaya dan pemasaran saling terkait dan mendukung satu sama lain. Indonesia menjadi contoh yang sangat baik tentang bagaimana faktor pemasaran akan terkait dengan faktor budaya, mengingat Indonesia yang multikultural. Dalam hal ini, beberapa kondisi Indonesia dapat mempengaruhi adopsi produk Korea seperti mayoritas penduduknya adalah Muslim yang mana memiliki kepercayaan untuk mengkonsumsi produkproduk halal (Hakeem & Lee, 2018). Lalu, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan jumlah penggemar K-Pop terbesar di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh moderat fanatisme pada perspektif budaya dan pemasaran terhadap adopsi kosmetik dan produk makanan Korea di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara kelompok terarah dengan menggunakan teknik snowball sampling. Survei kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner 202 responden dengan menggunakan metode simple random sampling dan dianalisis menggunakan model persamaan struktural (SEM) AMOS versi 22.0. Sampel penelitian ini adalah Muslim Indonesia dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor budaya dan pemasaran mempengaruhi adopsi produk. Selain itu, ditemukan juga bahwa fanatisme memoderasi penerimaan produk berdasarkan budaya dan pemasaran.