PT LA adalah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat laboratorium medis. PT LA
mengadakan kontrak kerjasama operasional pemakaian alat laboratorium medis dengan beberapa
laboratorium rumah sakit kelas-A, laboratorium rumah sakit kelas-B dan beberapa laboratorium non rumah
sakit di Bandung. Kerjasama dilakukan selama 5 tahun. Pada tahun 2017 PT LA mulai melakukan kontrak
kerjasama dengan laboratorium rumah sakit ABC yang merupakan rumah sakit kelas-A. Kontrak kerjasama
akan berakhir pada tahun 2022. Diakhir masa kerjasama, PT LA akan mempunyai alat laboratorium medis
bekas dengan nilai buku yang cukup besar, dan masih mempunyai masa pakai keekonomian selama satu
tahun. Untuk menjaga nilai alat tetap tinggi, maka PT LA harus bisa segera menjual alat bekas tersebut
dalam rentang masa keekonomian alat. Akan tetapi nilai harga alat bekas yang cukup tinggi membuat PT
LA kesulitan mencari pembeli sesuai harga yang diinginkan. Pada saat bersamaan PT LA akan
membutuhkan dana segar untuk pembelian alat baru sebagai persiapan perpanjangan proyek di
laboratorium rumah sakit ABC. Jika tidak diperhitungkan sejak jauh hari sebelumnya PT LA akan
menghadapi kesulitan pembiayaan untuk tetap bisa menjaga peluang kerjasama di laboratorium rumah sakit
ABC.
Untuk menghadapi hal tersebut, PT LA mempunyai beberapa pilihan untuk diteliti yaitu: 1. Tukar tambah
alat bekas dengan alat baru untuk perpanjangan kerjasama di rumah sakit ABC. 2. Rekondisi alat bekas
dengan target kontrak di rumah sakit CDE yang merupakan rumah sakit kelas B. 3. Menjual alat medis
bekas tersebut kepada perusahaan yang berminat dibawah nilai buku. Tujuan dari studi kasus ini adalah
untuk meneliti pilihan mana yang paling baik bagi perusahaan dalam mengoptimalkan nilai buku dari alat
bekas untuk mengurangi modal awal dari proyek-proyek yang akan dikerjakan .Analisis investasi dilakukan
untuk menghitung, Net Present Value (NPV),Internal Rate of return (IRR), Payback Period (PBP) dan
Profitability Index) PI.
Hasil penelitian menunjukan pilihan tukar tambah memberikan nilai proyek yang paling layak bagi
perusahaan. Didapatkan hasil: Net Present Value (NPV) = Rp. 3.434.644.981, Internal Rate of Return
(IRR)= 20,76%, Payback Period (PBP) = 4,27 tahun dan Profitability Index (PI)= 1,29. Hasil penelitian
menunjukan NPV > 0, IRR > cost of capital yaitu sebesar 11,10%. Metode Payback Period (PBP)
menunjukkan pengembalian Investasi lebih cepat dari masa keekonomian aktiva ( PBP < 6 tahun) dan
Profitability Index (PI) didapatkan nilai >1. Analisis sensitifitas dilakukan untuk mengetahui variable mana
yang paling sensitive terhadap hasil penelitian. Hasil analisis menunjukan modal awal investasi adalah
variable yang paling sensitif.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa rencana investasi dengan opsi tukar tambah, membuat nilai
alat lab. medis bekas lebih tinggi dibanding nilai bukunya sehingga berdampak cukup besar untuk
mengurangi modal pembelian alat baru untuk proyek kerjasama operasional di laboratorium rumah sakit
ABC.
Perpustakaan Digital ITB