digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT LA adalah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat laboratorium medis. PT LA mengadakan kontrak kerjasama operasional pemakaian alat laboratorium medis dengan beberapa laboratorium rumah sakit kelas-A, laboratorium rumah sakit kelas-B dan beberapa laboratorium non rumah sakit di Bandung. Kerjasama dilakukan selama 5 tahun. Pada tahun 2017 PT LA mulai melakukan kontrak kerjasama dengan laboratorium rumah sakit ABC yang merupakan rumah sakit kelas-A. Kontrak kerjasama akan berakhir pada tahun 2022. Diakhir masa kerjasama, PT LA akan mempunyai alat laboratorium medis bekas dengan nilai buku yang cukup besar, dan masih mempunyai masa pakai keekonomian selama satu tahun. Untuk menjaga nilai alat tetap tinggi, maka PT LA harus bisa segera menjual alat bekas tersebut dalam rentang masa keekonomian alat. Akan tetapi nilai harga alat bekas yang cukup tinggi membuat PT LA kesulitan mencari pembeli sesuai harga yang diinginkan. Pada saat bersamaan PT LA akan membutuhkan dana segar untuk pembelian alat baru sebagai persiapan perpanjangan proyek di laboratorium rumah sakit ABC. Jika tidak diperhitungkan sejak jauh hari sebelumnya PT LA akan menghadapi kesulitan pembiayaan untuk tetap bisa menjaga peluang kerjasama di laboratorium rumah sakit ABC. Untuk menghadapi hal tersebut, PT LA mempunyai beberapa pilihan untuk diteliti yaitu: 1. Tukar tambah alat bekas dengan alat baru untuk perpanjangan kerjasama di rumah sakit ABC. 2. Rekondisi alat bekas dengan target kontrak di rumah sakit CDE yang merupakan rumah sakit kelas B. 3. Menjual alat medis bekas tersebut kepada perusahaan yang berminat dibawah nilai buku. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk meneliti pilihan mana yang paling baik bagi perusahaan dalam mengoptimalkan nilai buku dari alat bekas untuk mengurangi modal awal dari proyek-proyek yang akan dikerjakan .Analisis investasi dilakukan untuk menghitung, Net Present Value (NPV),Internal Rate of return (IRR), Payback Period (PBP) dan Profitability Index) PI. Hasil penelitian menunjukan pilihan tukar tambah memberikan nilai proyek yang paling layak bagi perusahaan. Didapatkan hasil: Net Present Value (NPV) = Rp. 3.434.644.981, Internal Rate of Return (IRR)= 20,76%, Payback Period (PBP) = 4,27 tahun dan Profitability Index (PI)= 1,29. Hasil penelitian menunjukan NPV > 0, IRR > cost of capital yaitu sebesar 11,10%. Metode Payback Period (PBP) menunjukkan pengembalian Investasi lebih cepat dari masa keekonomian aktiva ( PBP < 6 tahun) dan Profitability Index (PI) didapatkan nilai >1. Analisis sensitifitas dilakukan untuk mengetahui variable mana yang paling sensitive terhadap hasil penelitian. Hasil analisis menunjukan modal awal investasi adalah variable yang paling sensitif. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa rencana investasi dengan opsi tukar tambah, membuat nilai alat lab. medis bekas lebih tinggi dibanding nilai bukunya sehingga berdampak cukup besar untuk mengurangi modal pembelian alat baru untuk proyek kerjasama operasional di laboratorium rumah sakit ABC.