2020_TS_PP_Muhammad Ramadhan Pamungkas_1-ABstrak.pdf
]
PUBLIC Open In Flipbook Yose Ali Rahman
Fenomena maraknya industri kreatif saat ini menjadi daya tarik banyak pihak, termasuk
industri fashion dan handicraft. Hal inilah yang memotivasi Pak Surya untuk menciptakan
brand tas Visindo. Setelah 9 tahun berkompetisi di bisnis tas ini, Visindo mengalami
penurunan penjualan yang cukup besar dalam 5 bulan terakhir tahun 2019. Dalam penelitian
ini, setelah menganalisa dan mengidentifikasi masalahnya, diperkirakan permasalahan utama
dari merk tas Visindo adalah ketidakefektifan strategi dan aktivitas pemasaran mereka.
Untuk mengidentifikasi dan menemukan akar masalahnya, penelitian ini menggunakan
analisis eksternal dan internal. Untuk analisis internal, pendekatan model berbasis sumberdaya
digunakan
di
mana
metode
ini
digunakan
untuk
menganalisis
sumber
daya,
kapabilitas
dan
rantai
operasional
value
dari
Visindo.
Sedangkan
analisis
eksternal
yang
digunakan
dalam
penelitian
ini adalah analisis lingkungan umum, analisis lingkungan industri dan analisis
pesaing. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara untuk
melengkapi rincian. Data mengenai arus bisnis, proses produksi, aktivitas masuk dan keluar,
serta data penjualan diperlukan untuk menjadi dasar penelitian ini.
Kemudian dilakukan kajian terhadap komponen SWOT, setelah analisis dilakukan ditemukan
penyebab utama dari permasalahan tersebut adalah kurangnya brand awareness dan hal itu
dikarenakan perusahaan hanya mengandalkan iklan online yaitu Facebook Ads yang mana
penggunaannya pun belum efektif dan tidak dapat membuat strategi pemasaran berdasarkan
tren dan alat pasar terkini. Selanjutnya dibuat matriks TOWS untuk mendapatkan strategi yang
tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat 3 alternatif solusi utama (termasuk 7 sub
alternatif) yang akan diberikan kepada Visindo sebagai strategi alternatifnya. Alternatif yang
digunakan adalah memaksimalkan platform iklan online yang meliputi Facebook, Instagram
dan Google Ads, mendirikan layanan "print on demand" dan berkolaborasi dengan influencer
media sosial.
Bab terakhir menjabarkan rencana implementasi dari alternatif strategi yang telah diusulkan
sebelumnya. Rencana tersebut terdiri dari rincian kegiatan untuk setiap strategi, orang atau
divisi yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya, anggaran untuk setiap kegiatan dan
juga jadwal waktu untuk setiap kegiatan. Alternatif strategi yang telah dibuat diharapkan dapat
menjadi solusi dari permasalahan tersebut
Perpustakaan Digital ITB