digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fenomena maraknya industri kreatif saat ini menjadi daya tarik banyak pihak, termasuk industri fashion dan handicraft. Hal inilah yang memotivasi Pak Surya untuk menciptakan brand tas Visindo. Setelah 9 tahun berkompetisi di bisnis tas ini, Visindo mengalami penurunan penjualan yang cukup besar dalam 5 bulan terakhir tahun 2019. Dalam penelitian ini, setelah menganalisa dan mengidentifikasi masalahnya, diperkirakan permasalahan utama dari merk tas Visindo adalah ketidakefektifan strategi dan aktivitas pemasaran mereka. Untuk mengidentifikasi dan menemukan akar masalahnya, penelitian ini menggunakan analisis eksternal dan internal. Untuk analisis internal, pendekatan model berbasis sumberdaya digunakan di mana metode ini digunakan untuk menganalisis sumber daya, kapabilitas dan rantai operasional value dari Visindo. Sedangkan analisis eksternal yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan umum, analisis lingkungan industri dan analisis pesaing. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara untuk melengkapi rincian. Data mengenai arus bisnis, proses produksi, aktivitas masuk dan keluar, serta data penjualan diperlukan untuk menjadi dasar penelitian ini. Kemudian dilakukan kajian terhadap komponen SWOT, setelah analisis dilakukan ditemukan penyebab utama dari permasalahan tersebut adalah kurangnya brand awareness dan hal itu dikarenakan perusahaan hanya mengandalkan iklan online yaitu Facebook Ads yang mana penggunaannya pun belum efektif dan tidak dapat membuat strategi pemasaran berdasarkan tren dan alat pasar terkini. Selanjutnya dibuat matriks TOWS untuk mendapatkan strategi yang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat 3 alternatif solusi utama (termasuk 7 sub alternatif) yang akan diberikan kepada Visindo sebagai strategi alternatifnya. Alternatif yang digunakan adalah memaksimalkan platform iklan online yang meliputi Facebook, Instagram dan Google Ads, mendirikan layanan "print on demand" dan berkolaborasi dengan influencer media sosial. Bab terakhir menjabarkan rencana implementasi dari alternatif strategi yang telah diusulkan sebelumnya. Rencana tersebut terdiri dari rincian kegiatan untuk setiap strategi, orang atau divisi yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya, anggaran untuk setiap kegiatan dan juga jadwal waktu untuk setiap kegiatan. Alternatif strategi yang telah dibuat diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut