digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Fikri Pahlevi Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Fikri Pahlevi Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Fikri Pahlevi Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Fikri Pahlevi Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Fikri Pahlevi Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Fikri Pahlevi Sofyan
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Proyek telah dikelola sejak awal peradaban, tetapi saat ini proyek semakin membesar, semakin beresiko, dan lebih kompleks, namun hanya sedikit kemajuan dalam inovasi dan produktivitas yang dicapai selama 50 tahun terakhir (Sathanam, dkk, 2020). Kinerja proyek yang kurang baik, dalam hal pembengkakan anggaran dan keterlambatan penyelesaian masih menjadi salah satu tantangan dalam industri konstruksi (KPMG, 2015). Penelitian ini mengkaji kegagalan proyek yang mengambil kasus Borneo II, proyek yang dilaksanakan oleh lini bisnis Construction and Egnineering Ruby. Melalui sumber data yang tersedia dan wawancara yang dilakukan, ditemukan bahwa beberapa kelemahan proyek terletak pada pengendalian proyek dan kurangnya kesadaran tentang lingkungan proyek dan pengetahuan proyek. Terkait kelemahan proses manajemen proyek, telah diberikan rekomendasi yaitu penyempurnaan SOP, akuisisi software pengendali proyek, peningkatan knowledge management dengan melakukan Project Management Review sebagai media peer assist, membangun Community of Practice, membangun proyek dashboard dan platform rekayasa & konstruksi yang terhubung dan terintegrasi dengan analisis data, visualisasi data dan platform berbagi pengetahuan, juga untuk meningkatkan kemampuan orang.