Proyek konstruksi di Indonesia sering mengalami keterlambatan jadwal, pembengkakan biaya, dan pemborosan yang dapat dihindari karena pelaksanaan pekerjaan bersifat reaktif dan serah-terima (handoff) antarproses terfragmentasi. Tesis ini mengkaji bagaimana prinsip Lean Construction dapat dioperasionalkan untuk meningkatkan efisiensi proyek dan menurunkan biaya pada PT Anugerah Konstruksi Nusantara (PT AKN, nama fiktif). Permasalahan bisnis dipicu oleh rendahnya keandalan perencanaan jangka pendek, keterlambatan penghilangan kendala (constraint removal), lead time persetujuan–pengadaan yang panjang, serta disiplin lapangan yang lemah sehingga memicu rework dan kehilangan material.
Penelitian ini menerapkan desain Action Research satu siklus yang selaras dengan PDCA, dengan evaluasi embedded mixed-methods. Paket Lean terintegrasi (Last Planner System (LPS), Value Stream Mapping (VSM), dan 5S) dikembangkan bersama praktisi dan dipiloting pada empat proyek prioritas (A2, A4, A7, A12). Efisiensi diukur menggunakan indikator berbasis catatan (record-based): keandalan perencanaan (Percent Plan Complete/PPC), kinerja aliran/lead time pada value stream persetujuan–pengadaan, serta outcome pemborosan (tingkat waste material dan jam rework). Dampak biaya dikuantifikasi melalui item saving yang saling eksklusif (preliminaries/overhead dari hari yang berhasil dipulihkan, waste material, rework, dan lembur) dengan aturan perhitungan yang eksplisit dan didukung dokumen proyek.
Pada keempat proyek, pilot menunjukkan peningkatan keandalan perencanaan dan pemendekan lead time end-to-end (24,8 menjadi 20,8 hari, sekitar 16%). Total estimasi penghematan sebesar IDR 1.237.700.000, terutama berasal dari penurunan waste material dan rework, didukung oleh turunnya lembur dan preliminaries. Hasil diinterpretasikan dengan mempertimbangkan variabel eksternal proyek (misalnya cuaca, perubahan desain oleh klien, perizinan/akses lahan) sebagai batasan (boundary conditions), menggunakan lingkup waktu yang sebanding dan bukti yang dapat ditelusuri agar atribusi Lean tidak berlebihan.
Perpustakaan Digital ITB