Pertumbuhan permukaan kedap air di wilayah perkotaan telah meningkatkan risiko banjir di kota-kota berkembang karena berkurangnya kemampuan infiltrasi air alami. Di Indonesia, meningkatnya kebutuhan akan solusi konstruksi berkelanjutan mendorong pengembangan paving berpori seperti Poreblock, namun tingkat adopsinya di kalangan arsitek dan kontraktor masih rendah meskipun memiliki keunggulan lingkungan. Penelitian ini menganalisis bagaimana strategi Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) yang tepat dapat meningkatkan penetrasi pasar Poreblock di industri konstruksi profesional. Berdasarkan teori perilaku pembelian organisasi dan positioning berbasis nilai, penelitian ini berasumsi bahwa arsitek dan kontraktor berbeda dalam kesadaran terhadap isu banjir, orientasi keberlanjutan, sensitivitas harga, dan keterbukaan terhadap inovasi, yang memengaruhi niat pembelian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi segmen pasar, mengevaluasi daya tariknya, serta menentukan target pasar yang paling sesuai secara strategis bagi Poreblock. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 192 arsitek dan kontraktor dengan teknik purposive sampling. Exploratory Factor Analysis (EFA) dan analisis klaster digunakan untuk membentuk segmen homogen, yang kemudian diprofilkan melalui tabulasi silang berdasarkan firmografi, keterlibatan proyek, dan peran pengambilan keputusan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepedulian lingkungan dan pertimbangan ekonomi antarsegmen, dengan satu segmen prioritas memiliki orientasi keberlanjutan tinggi serta kesediaan adopsi lebih besar meskipun dengan harga premium. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran B2B berkelanjutan dengan mengintegrasikan persepsi nilai lingkungan ke dalam analisis STP serta memberikan rekomendasi strategis dalam memposisikan Poreblock sebagai produk infrastruktur perkotaan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB