ABSTRAK Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 1 Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 2 Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 3 Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 4 Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
BAB 5 Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
DAFTAR Patricia Romasi Pasaribu
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
2019 TA PP PATRICIA ROMASI PASARIBU_LAMPIRAN.pdf?
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
2019 TA PP PATRICIA ROMASI PASARIBU_JURNAL.pdf
]
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» ITB
Status DKI Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia
menempatkan daerah ini tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga pusat
kegiatan perekonomian. Sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan populasi dan
tingkat ekonomi yang paling pesat di Asia Tenggara, DKI Jakarta perlu
mengakomodasi pergerakan yang timbul akibat aktivitas ekonomi yang tidak kunjung
melambat. Kemacetan menjadi salah satu masalah dengan dampak paling merugikan
di DKI Jakarta. Penyediaan layanan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang
terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya seperti KRL dan Transjakarta
adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengakomodasi kebutuhan pergerakan
penduduk DKI Jakarta yang sangat tinggi sekaligus mengurangi arus kemacetan.
Namun, tujuan ini tidak akan tercapai apabila pengguna kendaraan pribadi yang
melintasi jalan raya sehari-harinya tidak beralih menggunakan kendaraan umum.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan MRT Jakarta Fase
I terhadap preferensi pemilihan moda pengguna kendaraan pribadi DKI Jakarta,
dengan sasaran penelitian mulai dari teridentifikasinya faktor-faktor yang
mempengaruhi preferensi pemilihan moda pengguna kendaraan pribadi DKI Jakarta,
model utilitas dan nilai probabilitas pemilihan moda, serta besaran pengaruh faktor
yang berpengaruh terhadap sensitivitas probabilitas pemilihan moda. Data yang
digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat melalui
penyebaran kuesioner terhadap responden yang memiliki tujaun perjalanan dalam
radius 500 m dari Stasiun MRT Jakarta Fase I. Metode analisis data yang digunakan
adalah analisis regresi berganda dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pada kasus normal, probabilitas responden untuk memilih
menggunakan MRT Jakarta lebih besar dibandingkan kendaraan pribadi. Faktorfaktor yang mempengaruhi probabilitas ini antara lain tingkat pelayanan keselamatan
dan keamanan, jenis kelamin, waktu tempuh perjalanan di dalam kendaraan, dan
akses yang digunakan untuk mencapai MRT Jakarta. Skenario sensitivitas dilakukan
pada faktor kuantitatif yaitu waktu tempuh perjalanan di dalam kendaraan, yang
menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan moda MRT Jakarta akan meningkat
ketika selisih waktu tempuh antara perjalanan dengan menggunakan MRT Jakarta
dan kendaraan pribadi ditingkatkan, yang secara tidak langsung juga dipengaruhi
oleh efisiensi waktu moda penunjang yang digunakan responden untuk mengakses
MRT Jakarta
Perpustakaan Digital ITB