digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bramantyo 27115038.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Kota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memfokuskan ruang publik sebagai tempat berinteraksi antar warganya. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa taman kota yang baru dibangun, serta peremajaan beberapa taman kota yang telah ada. Ruang publik kawasan pejalan kaki juga mendapat perhatian serius oleh Pemerintah Kota Bandung, salah satunya adalah kawasan Sudirman yang telah rampung pada akhir 2016. Namun, integrasi antara kawasan dengan street furniture di dalamnya kurang terjadi (Thamrin, 2017). Pada revitalisasi Kawasan Sudirman, terlihat bahwa street furniture yang tersedia disana tidaklah terpakai secara efektif serta kurang komunikatif dalam merepresentasikan kawasannya. Salah satu inisiatif untuk menarik minat masyarakat mengunjungi kawasan Sudirman adalah menciptakan produk responsif dengan karakteristik kawasan dan aktivitas yang berupa street furniture. Maka mendesain sebuah produk yang responsif sesuai karakteristik dapat menjadi daya tarik untuk menciptakan interaksi bagi penggunanya. Selain aspek standarisasi yang perlu diperhatikan, karakteristik aktivitas pengguna dan karakteristik kawasan tersebut juga harus menjadi pertimbangan utama. Observasi dan survey lapangan dilakukan demi mendapatkan karakteristik kawasan Sudirman. Hasil tersebut dipadankan dengan kajian literatur yang menghasilkan kebutuhan desain secara tangible dan intangible. Hasil observasi yang berupa foto-foto menjadi pedoman yang akan diolah melalui sketsa desain yang kemudian akan dikembangkan secara skematik dan akhirnya menghasilkan alternatif desain yang ideal untuk kawasan Sudirman Bandung. Dalam penelitian yang fokus pada perancangan street furniture di koridor Sudirman Bandung ini menghasilkan alternatif desain yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas maupun kebutuhan secara visual atau kesesuaian dengan kondisi lingkungan Sudirman Bandung. Metodologi dalam penciptaan street furniture disini dapat dijadikan pertimbangan bagi desainer ataupun pemerintah dalam pengadaan street furniture pada ruang publik. Hal tersebut diperlukan demi adanya kekhasan dalam street furniture pada sebuah ruang publik demi memunculkan karakter sebuah kawasan yang akan berdampak pada ”sense of belonging” masyarakat setempat.