Abstrak - Otniel Adi Laksana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pembusukan pangan terjadi akibat keberadaan air yang mendukung reaksi kimia dan
pertumbuhan mikroorganisme. Pengurangan kadar air yang mencapai water activity kurang
dari 10% terbukti mampu memperpanjang umur simpan produk. Namun, proses untuk
mencapai kadar air ini memerlukan waktu lama dan konsumsi energi yang tinggi. Konsumsi
energi dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi dengan mempelajari proses dan
karakteristik metode pengawetan ini. Proses freeze-drying bisa ditingkatkan efisiensinya
melalui modifikasi sistem vakum dengan mengintegrasikan ejector yang dipasang pada
sebuah generator uap, sehingga memungkinkan sistem pendingin ini untuk memanfaatkan
panas buang dari sistem lain. Oleh karena itu kajian termodinamika terhadap sistem freezedrying
adsorpsi untuk preservasi makanan ini dilakukan.
Analisis termodinamika dilakukan untuk memperoleh neraca massa dan energi freezedrying
adsorpsi. Pendekatan ini diawali dengan memperkirakan massa air yang ada di dalam
ruang pengeringan berdasarkan ukuran sebuah unit pendingin kecil sebagai pembatas. Lalu,
perhitungan energi mencakup proses berbeda yang terjadi, yaitu energi pembekuan dan energi
sublimasi. Perhitungan dilakukan menggunakan persamaan kalor sensible dan kalor laten
dengan mempertimbangkan massa air tersimpan, sifat termofisik bahan makanan dan fluida
tersisa di ruang vakum. Hasil neraca massa digunakan untuk memastikan jumlah energi
terpakai sesuai dengan kebutuhan energi pembekuan, energi sublimasi, dan energi
mempertahankan temperature dari kebocoran panas ke dalam ruang vakum. Neraca energi
mengevaluasi energi masuk kedalam sistem melalui pemanas untuk mengimbangi proses
pendinginan, menjaga temperatur dan penggunaan pompa. Kinerja sistem dianalisis melalui
perhitungan kinerja sistem yang menghasilkan energi efektif untuk proses sublimasi terhadap
total energi yang disuplai untuk melakukan proses dan total waktu proses untuk sublimasi.
Nilai COP memberikan indicator kuantitatif tingkat efisiensi termal sistem freeze-drying
konvensional.
Dalam ruang vakum, perpindahan panas dari bahan makanan terjadi melalui konduksi
dan radiasi akibat minimnya proses pergerakan massa fluida. Radiasi berkontribusi sekitar
40–60% terhadap total perpindahan panas, sedangkan konduksi dipengaruhi oleh kadar air
tersimpan oleh bahan. Variasi koefisien konduksi oleh bahan makanan tidak memberikan
pengaruh signifikan terhadap durasi proses karena tidak terjadi kontak langsung antara bahan
dan evaporator. Lamanya proses terutama disebabkan oleh rendahnya laju perpindahan panas
dari bahan ke evaporator, yang sangat bergantung pada kandungan air awal. Pemberian panas
hingga suhu 60oC terbukti mampu mengurangi waktu sublimasi sebesar 54–58%, tergantung
pada kadar air bahan tanpa membuat bahan melalui denaturasi. Hasil ini menunjukan bahwa
optimasi sistem vakum dan strategi pemanasan dapat secara signifikan meningkatkan
efisiensi proses freeze-drying.
Perpustakaan Digital ITB