digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Dewi Supryati

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan chatbot sebagai media interaksi dalam berbagai layanan berbasis daring, termasuk layanan konseling. Meskipun chatbot menawarkan kemudahan dan efisiensi, efektivitas interaksi chatbot dalam layanan konseling juga perlu diperhatikan, karena preferensi pengguna terhadap chatbot mencerminkan sejauh mana interaksi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Preferensi ini tidak bersifat seragam, sehingga variasi respons dapat diamati lebih jelas ketika pengguna dibedakan berdasarkan demografi tertentu. Meskipun sejumlah penelitian telah mengkaji preferensi pengguna terhadap chatbot dan peran karakteristik psikologis dalam interaksi manusia dan teknologi, kajian yang menelaah pola preferensi pada masing-masing kelompok gender serta mengaitkannya langsung dengan perancangan alur interaksi chatbot konseling masih terbatas. Penelitian ini memberikan perspektif tambahan dengan menempatkan fokus analisis pada preferensi terhadap tingkat antropomorfisme chatbot konseling pada masing- masing kelompok gender dan mengaitkannya dengan implikasi perancangan alur interaksi chatbot konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola preferensi pengguna terhadap chatbot konseling berdasarkan karakteristik psikologis pengguna dalam masing-masing kelompok gender. Penelitian melibatkan 188 responden mahasiswa dengan dua variabel psikologis, yaitu social anxiety dan neuroticism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola preferensi pengguna terhadap tingkat antropomorfisme chatbot konseling berbeda antar kelompok gender. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian interaksi manusia dan chatbot melalui pendekatan psikologis, serta kontribusi praktis bagi pengembang layanan konseling digital dalam merancang chatbot yang lebih sesuai dengan preferensi pengguna.