Asam sulfat adalah senyawa yang digunakan sebagai elektrolit dalam akumulator. Penambahan zat tertentu ke dalam asam sulfat dapat menimbulkan efek tertentu. Polivinilalkohol merupakan senyawa polimer sintetis tidak berbahaya yang digunakan sebagai lem cair. Polivinilalkohol
digunakan sebagai zat aditif untuk meningkatkan kinerja akumulator. Efek penambahan polivinilalkohol ditentukan dengan pengukuran rapat massa, konduktivitas larutan, arus listrik, dan efisiensi kerja akumulator. Muatan listrik dan efisiensi kerja akumulator diukur melalui elektrolisis larutan tembaga sulfat 0,1 M. Pengamatan dilakukan pada larutan asam sulfat 34% (w/w) yang ditambah 0 mg/mL, 10 mg/mL, 20 mg/mL, 30 mg/mL, 40 mg/mL, dan 50 mg/mLPovinal. Rapat massa yang terukur secara berurutan adalah 1,2585 g/mL, 1,2565 g/mL, 1,2541 g/mL, 1,2525 g/mL, 1,2505 g/mL dan 1,2491 g/mL. Viskositas terukur secara berurutan
adalah 1,7061 cP, 1,7099 cP, 1,7108 cP, 1,7131 cP, 1,7146 cP, dan 1,7191 cP. Konduktivitas molar yang terukur secara berurutan adalah 0,043764 m2.S/mol, 0,044362 m2.S/mol, 0,044907 m2.S/mol, 0,045045 m2.S/mol, 0,045185 m2.S/mol, dan 0,045115 m2.S/mol dengan nilai optimum pada larutan 40 mg/mL. Arus listrik mengalami peningkatan setelah penambahan polivinilalkohol dan mengalami perubahan terhadap waktu elektrolisis. Peningkatan efisiensi
kerja akumulator mencapai 93,2181% di anoda dan 91,4892% di katoda untuk elektrolisis oleh larutan 40 mg/mL selama 5 menit.
Perpustakaan Digital ITB