Permasalahan umum yang terjadi pada dunia ini ialah krisis energi fosil dan
meningkatnya produksi limbah yang berdampak pada masalah lingkungan dan
kehidupan makhluk hidup disekitarnya. Solusi untuk mengatasi kedua masalah
tersebut adalah dengan pengembangan dan pemanfaatan energi alternatif pengganti
bahan bakar fosil yang sekaligus dapat mengolah limbah untuk aman dibuang ke
lingkungan, salah satunya ialah Photosynthetic Sediment Microbial Fuel Cell
(PSMFC). PSMFC adalah suatu perangkat yang mampu menghasilkan energi listrik
dengan memanfaatkan mikroalga di katoda dan bakteri di anoda. Mikroalga di
katoda digunakan sebagai penghasil oksigen untuk akseptor elektron melalui
fotosintesis sedangkan mikroba anaerob di anoda berfungsi untuk menguraikan
limbah organik menjadi CO2. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh luas
permukaan elektroda dan jarak elektroda terhadap daya yang dihasilkan oleh
PSMFC. Konfigurasi PSMFC yang digunakan adalah konfigurasi satu ruang (one
chamber). Di anoda berisi limbah POME sebagai sedimen dan kultur campuran
mikroba dalam kondisi anaerob sedangkan di katoda berisi mikroalga, medium
Zarrouk dan penyinaran dengan Lampu LED untuk proses Fotosintesis.
Pada penelitian ini, dilakukan variasi terhadap luas permukaan dan jarak antar
elektroda untuk mengoptimalkan kinerja (power density) PSMFC. Variasi luas
permukaan elektroda yang digunakan ada tiga macam yaitu 4 cm2, 9 cm2 dan 16
cm2 (L4, L9 dan L16) sedangkan variasi jarak elektroda yang digunakan ada tiga
macam yaitu 10 cm, 15 cm dan 20 cm (J10, J15 dan J20) sehingga perpaduan variasi
luas dan jarak menghasilkan 9 kombinasi percobaan yaitu L4J10 , L4J15, L4J20,
L9J10, L9J15, L9J20, L16J10, L16J15 dan L16J20. Analisis terhadap nilai Open
Circuit Potential (OCV), Elektron Impedance Spectroscpoy (EIS), kurva I-V-P
dilakukan untuk mengevaluasi kinerja PSMFC. Selain itu juga akan dilakukan uji
menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui
karakteristik biofilm di anoda. Berdasarkan kombinasi variasi luas permukaan dan jarak elektoda, variasi yang
menghasilkan nilai Open Circuit Voltage (OCV) dan power density paling besar
adalah variasi L16J10. OCV maksimum yaitu sebesar 683 mV terdapat pada variasi
L16J10. Densitas daya maksimum sebesar 168,38 mW/m2 dan arus sebesar 0,5066
mA dihasilkan oleh variasi L9J10. Dari pengujian Electrochemical Impendance
Spectrosopy (EIS), teramati bahwa nilai hambatan dalam pada penelitian PSMFC
ini sangat besar dan didominasi oleh hambatan perpindahan ion/muatan.
Berdasarkan pengamatan SEM, lapisan biofilm lebih merata dan lebih tebal
didapatkan di variasi L9J15 dan variasi L16J15. Untuk efisiensi penurunan COD
berkisar antara 53-60% untuk semua variasi.
Perpustakaan Digital ITB