Article Details

STUDI ASET PENGHIDUPAN PENGEMUDI OJEK ONLINE PADA KONDISI SEBELUM DAN MASA PANDEMIK COVID-19 DI KOTA BANDUNG

Oleh   Adelya Vasya Sirony Putri [15418034]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Nurrohman Wijaya, S.T., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek :
Kata Kunci : Aset Penghidupan, Pengemudi Ojek Online, Pandemi COVID-19, Strategi Peningkatan, Kota Bandung.
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 8 file
Tanggal Input : 23 Jun 2022

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi secara signifikan terhadap sektor tenaga kerja, terutama pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Beberapa dari mereka beralih pekerjaan dan mengikuti perkembangan fenomena gig economy. Salah satunya yang berkembang pesat adalah pengemudi ojek melalui platform daring. Adanya pandemi COVID-19 telah memberikan pembatasan kegiatan yang mempengaruhi mobilitas masyarakat, sehingga jumlah penumpang ojek menurun drastis. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu bentuk guncangan yang mengancam aset penghidupan bagi pengemudi ojek online. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset penghidupan pengemudi ojek online pada kondisi sebelum dan masa pandemik COVID19 di Kota Bandung. Kota Bandung terpilih sebagai lokasi studi karena merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat yang sangat terdampak pandemi COVID-19, dan mayoritas pekerjaan utamanya bergerak di bidang jasa sebesar 76,6% pada tahun 2021, termasuk pengemudi ojek online. Survei primer melalui persebaran kuesioner dengan convenience sampling sebanyak 200 responden, serta survei data sekunder dilakukan pada studi ini. Studi ini menggunakan analisis statistik deskriptif, statistik inferensial, dan deskriptif kualitatif. Enam jenis modal aset penghidupan yang digunakan pada studi ini, yakni moda l manusia, modal alam, modal keuangan, modal sosial, modal fisik, dan modal psikologi. Hasil analisis mengindikasikan bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak pada perubahan rata - rata nilai aset penghidupan pengemudi ojek online sebelum dan ketika pandemi (sebelum dan sesudah vaksinasi). Nilai aset penghidupan mengalami penurunan setelah adanya pandemi COVID-19, baik saat sebelum vaksinasi maupun setelah vaksinasi dari kategori tinggi menjadi sedang. Modal alam dan modal psikologis berada di dalam kategori rendah akibat pandemi COVID-19. Strategi peningkatan aset penghidupan yang perlu dilakukan yaitu melalui fleksibilitas pengantaran selain penumpang, yaitu barang atau makanan, pengelolaan keuangan kembali, perlunya diversifikasi pekerjaan untuk menambah pendapatan, pelaksanaan program percepatan vaksinasi, pemberian layanan konseling, dan pemberian bantuan finansial dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Studi ini dapat menjadi masukan dan dasar bagi para pemangku kepentingan dalam pembuatan suatu strategi dan kebijakan pembangunan dalam penanggulangan masalah yang berkaitan dengan aspek tenaga kerja di perkotaan akibat dampak pandemi, sehingga dapat meningkatkan penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya.