Article Details

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN METODE ADVANCED OXIDATION PROCESSES DENGAN REAGEN FENTON (H2O2/FE2+) UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI SENYAWA ORGANIK DAN WARNA

Oleh   Nofriani Surahman [25318301]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : Industri batik, limbah cair pewarna batik, AOPs, Proses fenton, Procion MX
Sumber : Tesis Juni 2022
Staf Input/Edit : Lili Sawaludin Mulyadi   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 23 Jun 2022

Industri batik umumnya menggunakan pewarna sintetis untuk proses pewarnaan kain batik. Proses ini akan menghasilkan limbah cair yang kandungan organik dan warnanya tinggi. Hasil sampling limbah batik dari industri batik yang ada di Kota Bandung menunjukkan bahwa limbah tersebut memiliki kandungan COD sebesar 1.000 mg/L, warna sebesar 975 Pt-Co, serta pH sebesar 2,2 hingga 7,86. Parameter-parameter tersebut melebihi baku mutu berdasarkan Permen KLHK Nomor P.16 Tahun 2019 lampiran II. Limbah batik perlu diolah, salah satu metode untuk mengolahnya adalah dengan mereaksikannya dengan reagen fenton. Pengolahan ini merupakan salah satu jenis metode AOPs yang akan menghasilkan radikal hidroksil (·OH) dari senyawa H2O2 dengan bantuan Fe2+ sebagai katalisator. Radikal hidroksil yang dihasilkan dapat menyerang senyawa organik dari pewarna batik. Penelitian ini menggunakan limbah artifisial Procion MX Cobalt Blue dan limbah asli. Limbah artifisial memiliki konsentrasi senyawa organik sebagai COD dan konsentrasi warna sebesar 1.113,6 mg/L dan 1.000 mg/L. Pengolahan dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi H2O2, konsentrasi Fe2+, pH dan suhu hingga didapatkan kondisi optimum pengolahan. Pengolahan limbah artifisial menunjukkan hasil penyisihan COD hingga 139,87 mg/L dan warna hingga 90,2 mg/L dalam waktu 60 menit pengolahan. Hasil tersebut diperoleh dengan pH 3,5 dan dilakukan pada suhu ruangan serta dosis reagen fenton yang ditambahakan sebesar 125 mM H2O2 dan 4 mM Fe2+. Dengan perlakuan yang sama, dilakukan pengolahan pada limbah batik asli dengan konsentrasi COD awal sebesar 1.008,6 mg/L dan absorbansi warna sebesar 0,594. Dalam 60 menit pengolahan limbah asli, efisiensi penyisihan COD dan warna adalah sebesar 80% dan 97%. Penyisihan senyawa organik dan warna pada limbah artifisial dan limbah asli sesuai dengan kinetika reaksi orde-2, dengan nilai konstanta laju reaksi penyisihan COD dan warna pada limbah artifisial sebesar 0,0002 mM- menit- dan 0,0001 mM- menit- dan pada limbah asli sebesar 0,00007 mM- menit- dan 0,7567 mM- menit-.