Kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik
menyebabkan terbentuknya sesar yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia,
salah satunya Sesar Lembang. Kondisi ini mengakibatkan sebagian besar daerah
di Sesar Lembang dan sekitarnya berada di kawasan yang rawan bencana, sehingga
isu ketahanan perekonomian di wilayah rawan bencana menjadi sangat penting.
Studi area penelitian ini mencakup 51 desa yang dilewati oleh Sesar Lembang.
Selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan perekonomian di wilayah tersebut cukup
pesat, dan banyak dijadikan sebagai tujuan wisata. Penelitian ini dibuat dengan
tujuan memperoleh peta tingkat aktivitas perekonomian di wilayah Sesar Lembang
dan peta rekomendasi kawasan untuk pengembangan perekonomian berkelanjutan
di wilayah Sesar Lembang. Metodologi yang digunakan adalah pengambilan data
hotel, restoran, dan pariwisata, deep interview ke instansi, pelaku usaha, dan
developer, studi literatur serta analisis hasil penelitian. Hasil yang diperoleh dari
penelitian ini adalah wilayah di sepanjang koridor Sesar Lembang memiliki risiko
bencana yang sangat tinggi dan aktivitas perekonomian yang cukup tinggi.
Sehingga berdasarkan peta rekomendasi kawasan dan hasil deep interview,
wilayah yang cocok untuk dikembangkan lebih lanjut adalah wilayah di sisi utara
(dengan jarak ? 4 km dari Sesar Lembang) dari koridor Sesar Lembang.
Diharapkan output dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi studi mengenai
economic sustainability di wilayah rawan bencana khususnya di wilayah Sesar
Lembang.
Perpustakaan Digital ITB