Industry kuliner skala menengah di Indonesia menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan pelayanan, kenyamanan, dan kualitas yang konsisten. XYZ, sebuah restoran dengan permintaan tinggi mengalami masalah antrian dan waktu tunggu, terutama pada jam sibuk, yang berpotensi mengurangi kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada identifikasi sumber inefisiensi pelayanan dari perspektif operasional dan merumuskan strategi operasional yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja pelayanan restoran.
Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh analisis deskriptif dan eksperimental melalui simulasi sistem antrian. Fase penelitian dimulai dengan memetakan alur pelayanan actual dari kedatangan pelanggan, pemesanan hingga aktivitas produksi di dapur. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan pencatatan waktu proses, sedangkan data pendukung dikumpulkan melalui wawancara singkat terkait operasional di Lokasi. Model simulasi dibangun menggunakan Aplikasi Simulasi Arena untuk merepresentasikan kondisi operasional yang ada dan beberapa scenario peningkatan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inefisiensi utama di Restoran XYZ disebabkan oleh ketidakseimbangan kapasitas antara stasiun pemesanan makanan dan proses produksi makanan. Berdasarkan simulasi, strategi operasional yang paling efektif adalah kios layanan mandiri dengan pengurangan waktu layanan memasak. Implementasi strategi ini telah terbukti mengurangi waktu tunggu rata rata dan meningkatkan layanan tanpa secara signifikan meningkatkan biaya operasional. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pemilik bisnis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan berdasarkan analisis kuantitatif, khususnya dalam konteks bisnis makan dan minuman yang menghadapi keterbatasan sumber daya tetapi menghadapi dinamika permintaan yang tinggi.
Perpustakaan Digital ITB