Article Details

EFEKTIVITAS VEGETASI MANGROVE DALAM MENANGKAP SEDIMEN DI MUARA BOJONG SALAWE, KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT

Oleh   Esti Lestari [11516044]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Devi Nandita Choesin, M.Sc.;Dr. Ichsan Suwandhi, S.Hut., M.P.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Kehutanan
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : estuari, mangrove, pangandaran, regresi, sedimentasi
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 8 file
Tanggal Input : 21 Apr 2022

Generic placeholder image
BAB 1 Esti Lestari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Esti Lestari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Esti Lestari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Esti Lestari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Esti Lestari

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Muara Bojong Salawe adalah kawasan estuari di wilayah Kab. Pangandaran yang merupakan pertemuan dari tiga sungai, yaitu Sungai Cijalu, Sungai Cikiray dan Sungai Cijulang. Kawasan ini termasuk dalam kategori muara aktif, namun telah terjadi pendangkalan di tengah muara sebagai akibat dari tingginya sedimentasi. Hal ini berdampak pada terhambatnya aktivitas nelayan terutama transportasi perahu menuju laut. Keberadaan vegetasi mangrove di kawasan ini dipandang belum maksimal untuk memerangkap sedimen yang terbawa dari hulu sungai maupun hasil abrasi di sekitar pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sedimen dan vegetasi mangrove, lalu menentukan hubungan antara laju sedimentasi dan beberapa parameter vegetasi mangrove. Laju sedimentasi diukur menggunakan sediment trap yang diletakkan di ketiga sungai, diikuti dengan pengukuran parameter vegetasi mangrove pada plot ukuran 10 x 10 meter yang diletakkan pada tiga lokasi. Parameter vegetasi yang dihitung adalah kerapatan pohon, kerapatan pancang, kerapatan semai, kerapatan akar serta diameter akar. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata rata laju penangkapan sedimen dari ketiga sungai sebesar 0,096 ton ha-1 tahun-1 dengantekstur sedimen lempung berpasir dan liat berpasir. Hasil pengukuran parameter vegetasi menunjukkan bahwa terdapat tiga spesies mangrove, yaitu Rhizophora mucronata, Avicennia alba, dan Sonneratia alba. Nilai kerapatan pohon untuk Sungai Cikiray, Sungai Cijalu dan Sungai Cijulang berturut-turut adalah sebesar 256 individu ha-1, 167 individu ha-1 dan 656 individu ha-1, sedangkan nilai kerapatan pancang adalah 1689 individu ha-1 (S. Cikiray), 356 individu ha-1 (S. Cijalu) dan 756 individu ha-1 (S. Cijulang). Nilai kerapatan dan diameter rata-rata akar untuk Sungai Cikiray masing-masing adalah 23 akar m-2 dan 2,77 cm, Sungai Cijalu sebesar 98 akar m-2 dan 2,76 cm, sedangkan Sungai Cijulang sebesar 25 akar m-2 dan 1,93 cm. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara laju sedimentasi dengan parameter vegetasi dengan nilai R2 =0,90 yang menghasilkan persamaan Y = 0 - 0,00094 X1 + 0,00023 X2 + 0,0027 X3 + 0,12 X4; dengan X1 adalah kerapatan pohon, X2 adalah kerapatan pancang, X3 adalah kerapatan akar dan X4 adalah diameter akar.