Artikel Terbaru

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIALTENTANG SELF-CARE MELALUI MEDIA DIGITAL UNTUK UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI PADA MAHASISWA INDONESIA

Oleh   Ajeng Garin Martaningrum [17414046]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Agung Eko Budiwaspada, M.Sn.;Dr. Agung Eko Budiwaspada, M.Sn.;Hafiz Aziz Ahmad, S.Sn., M.Des., Ph.D.;Banung Grahita, S.Ds., M.Ds., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FSRD - Desain Komunikasi Visual
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : Mahasiswa, depresi, self-care.
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-03-17 09:38:10

Pada tahun 2019 terdapat peningkatan jumlah mahasiswa yang mengalami depresi hingga beberapa memutuskan untuk mengakhiri hidup. Di Indonesia fenomena tersebut paling banyak terjadi pada kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Pusat Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Unpad pada tahun 2020 dengan menggunakan kuesiner Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CESD)-10 dengan 10 pertanyaan seputar kondisi psikis responden yang mana mahasiswa sebanyak 1465 responden. Berdasarkan jumlah responden tersebut didapatkan hasil 52,16% mahasiswa yang merasa pesimistis, data tersebut diambil pada 2020 lalu. Dikatakan oleh dokter Elvin Gunawan selaku Psikiater di RS. Melinda 2 penyebab dari pendekatan gangguan mental emosional adalah bio-psiko-sosial-kultural-spiritual. Berdasarkan pengalaman klinis beliau penyebab mahasiawa depresi adalah konsep diri yang kurang baik, banyaknya tekanan yang dirasakan mahasiswa seperti tekanan akademik, kondisi ekonomi, hubungan keluarga, relasi dengan oralng lain serta adanya perubahan budaya ataupun kegagalan adaptasi. Banyaknya tekanan yang dirasakan oleh mahasiswa bila tidak diolah dengan baik dapat mempengaruhi kondisi mentalnya, sehingga adanya upaya pengenalan self-care yang mana membantu agar mahasiswa dapat mengolah emosi dan meng-apresiasi diri. Kualitas hidup akan bertahap menjadi lebih baik dengan menerapkan pola hidup yang sehat sehingga dapat membantu mahasiswa membentuk pola pikir positif serta mengurai tekanan yang dirasakan. Kampanye sosial yang dirancang juga mengenalkan pengertian depresi secara dasar, gejala serta dampak yang dapat dirasakan oleh mahasiswa. Kampanye dirancang selama kurang lebih empat bulan, dengan menggunakan teori FCB Model serta Health Belief Model (HBM). Adanya kampanye sosial mengenai self-care yang disertai dengan contoh penerapan pada kehidupan sehari-hari diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan kelak dipraktikkan oleh mahasiswa Indonesia.