Article Details

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP RISIKO KEJADIAN BIBIR SUMBING DAN/ATAU CELAH LANGIT-LANGIT MULUT DI KABUPATEN BANDUNG

Oleh   Zulfi Nadhia Cahyani [25318022]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Katharina Oginawati, MS;Prof. Muhayatun Santoso;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : bibir sumbing, celah langit-langit mulut, celah orofacial, faktor lingkungan, logam berat
Sumber : TESIS OKTOBER 2020
Staf Input/Edit : Garnida Hikmah Kusumawardana   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-10-01 09:00:23

: Bibir sumbing dan/atau celah langit-langit mulut (Orofacial Cleft/ OFC) merupakan salah satu cacat bawaan lahir yang paling umum, dengan kasus di seluruh dunia terjadi sekitar 1:700 kelahiran. Di Indonesia, kejadian ini termasuk kelainan bawaan lahir tertinggi, dan angka kejadian di Kabupaten Bandung menempati urutan kedua tertinggi di Jawa Barat. Penyebab kejadian ini cukup kompleks, meliputi faktor genetik dan faktor lingkungan, seperti usia ibu hamil berisiko, obesitas, defisiensi nutrisi, demam atau flu, konsumsi obat-obatan, paparan asap rokok, serta paparan pestisida atau logam berat selama trimester pertama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan terhadap risiko kejadian bibir sumbing dan/atau celah langit-langit mulut di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah studi kasus kontrol (retrospektif), menggunakan kuesioner, wawancara, dan pengujian logam berat dalam sampel darah bayi pada 32 responden kelompok kasus dan 32 responden kelompok kontrol. Analisis chi-square (bivariat) dan regresi logistik berganda (multivariat) digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang berhubungan signifikan terhadap risiko kejadian bibir sumbing dan/atau celah langit-langit mulut antara kelompok kasus dan kontrol dalam penelitian ini di antaranya usia ibu hamil berisiko (p-value=0,014), tidak mengkonsumsi multivitamin (p-value=0,005), konsumsi obat-obatan (p-value=0,009), perokok pasif (p-value=0,036), dan paparan logam berat (p-value=0,031); sedangkan faktor lingkungan yang berkontribusi paling besar adalah tidak mengkonsumsi multivitamin (OR = 9,17, 95%CI = 1,95 – 43,25). Selain itu, Hg, Pb, dan Cd diduga berhubungan signifikan terhadap risiko kejadian bibir sumbing dan/atau celah langit-langit mulut; serta peningkatan risiko diduga terjadi pada peningkatan konsentrasi Pb dan Cd dalam darah bayi.