Article Details

ANALISIS SENYAWA KARBON DAN ION ANORGANIK PADA PARTIKEL AEROSOL PM2.5 DARI EMISI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KOTA PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH

Oleh   Akbar Rizal Tasrifani [25318325]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Puji Lestari, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : faktor emisi, ion anorganik, kebakaran lahan gambut, PM2.5, senyawa karbon.
Sumber : TESIS OKTOBER 2020
Staf Input/Edit : Garnida Hikmah Kusumawardana   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-10-01 07:24:14

Pembakaran biomassa yang menjadi perhatian di Indonesia adalah kebakaran lahan gambut karena hampir terjadi pada setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan karakterisasi senyawa karbon dan ion anorganik pada PM2.5 yang diemisikan oleh kebakaran lahan gambut. Penelitian ini dilakukan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada bulan Agustus-September 2019. Pada penelitian ini, sampel PM2.5 diambil dengan menggunakan Quartz fiber filter berukuran diameter 47 mm yang dipasangkan pada Mini Volume Portable Air Sampler (MiniVol). Pengambilan sampel pada penelitian ini terbagi menjadi 2 jenis lokasi pengambilan sampel, yaitu area kebakaran lahan gambut (source) yang dilakukan selama 2-4 jam dan wilayah pemukiman yang dekat dengan area kebakaran (receptor) yang dilakukan selama 24 jam. Konsentrasi PM2.5 yang terukur yaitu 2,797.18 ± 1,691.37 µg/m3, 223.65 ± 156.34 µg/m3 dan 298 ± 152.04µg/m3 untuk sampel source, Kalampangan dan Jekan Raya secara berurutan. Kontribusi OC dan EC yang terukur yaitu 70.52 ± 5.47% dan 0.45 ± 0.31%, 55.08 ± 5.52% dan 1.69 ± 0.49%, dan 54.17 ± 5.30% dan 1.78 ± 0.36% untuk sampel source, Kalampangan dan Jekan Raya secara berurutan. Ion SO42- merupakan ion anorganik yang memiliki kontribusi dominan dibandingkan dengan ion anorganik lainnya dengan nilai kontribusi 1.26 ± 1.11%, 7.33 ± 5.43% dan 5.78 ± 1.88% untuk sampel source, Kalampangan dan Jekan Raya secara berurutan. Tingginya kontribusi OC dan ion SO42- di receptor mengindikasikan polutan di receptor memiliki karakteristik yang mirip dengan polutan di source. Nilai faktor emisi yang diperoleh pada penelitian ini dapat digunakan untuk mengestimasi emisi polutan yang diemisikan selama periode kebakaran lahan gambut dengan mengetahui luas area terbakar, kedalaman gambut yang terbakar dan massa jenis gambut.