Article Details

NILAI SIGNIFIKANSI BUDAYA KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA

Oleh   Leyna Ayushitarum [25616017]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Denny Zulkaidi, MUP;Dr. Ir. Woerjantari Kartidjo, M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Rancang Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Landscape design of cemeteries
Kata Kunci : nilai signifikansi budaya, tingkat signifikansi, tindakan pelestarian, nilai sosial, Kampung Kauman Surakarta.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-04-15 16:24:31

Nilai signifikansi budaya berperan penting dalam menggambarkan identitas asli kawasan sekaligus menentukan tindakan pelestarian dalam proses pengembangan dan perancangan kawasan cagar budaya. Nilai signifikansi kawasan yang berhasil diidentifikasi sangat berperan dalam mencegah hilangnya identitas dan pudarnya keaslian kawasan sebagai dampak pengembangan yang tidak terkendali dan tuntutan dari berbagai aspek. Bentuk pengembangan kawasan yang marak dilakukan saat ini adalah pengembangan kampung tematik. Contoh salah satu pengembangan kampung tematik adalah kampung tematik di kawasan cagar budaya. Persoalan yang terjadi dalam pengembangan kampung tematik tersebut dicurigai belum didasari dengan nilai-nilai signifikansi kawasan. Pengembangan kampung tematik di kawasan cagar budaya sebenarnya tidak hanya berkaitan erat dengan sektor ekonomi dan pariwisata, tetapi juga sektor budaya dan sektor pendidikan. Kota Surakarta atau yang dikenal sebagai Kota Solo adalah salah satu Kota Pusaka yang memiliki banyak sekali warisan alam, sejarah, dan budaya yang kemudian menjadi aset pariwisata yang sangat penting. Berdasarkan SK Walikota Surakarta No. 646/1-2/1/2013, Kota Surakarta memiliki total 6 aset kawasan cagar budaya dan 69 aset bangunan cagar budaya. Selain itu, Kota Solo juga berperan sebagai salah satu deklarator dan anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Surakarta, 2018). Kekayaan warisan budaya menjadikan pariwisata yang dikembangkan di Kota Solo berbasis pada pariwisata budaya. Salah satu pengembangan kampung tematik di kawasan cagar budaya Kota Surakarta adalah Kampung Kauman. Kampung Kauman telah resmi menjadi kampung wisata batik pada tahun 2006. Kampung Kauman juga sebagai kawasan strategis pariwisata daerah yang masuk ke dalam bagian kawasan strategi pariwisata Keraton Surakarta (Bappeda Surakarta, 2016) sekaligus sebagai kawasan pusaka (Kemdikbud, 2016). Persoalan praktis Kampung Kauman berasal dari perubahan fungsi dan aktivitas, perubahan fisik lingkungan, perubahan tipologi bangunan, perubahan sosial. Kampung Kauman mengalami perbaikan setelah resmi menjadi kampung wisata. Pengembangan dan perbaikan Kampung Kauman yang ada saat belum didasari pada nilai-nilai signifikansi karena belum diidentifikasinya nilai signifikansi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai signifikansi budaya Kampung Kauman Surakarta. Nilai signifikansi tersebut diharapkan berguna sebagai dasar pertimbangan dalam pengembangan dan perancangan Kampung Kauman sebagai kampung wisata sehingga karater, identitas, dan nilai penting kawasan tidak hilang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan historis Kampung Kauman Surakarta. Strategi penelitian yang digunakan adalah case study dengan jenis tunggal. Analisis penelitian ini dilakukan berdasarkan pada dasar penilaian yang telah ditentukan meliputi nilai signifikansi, kriteria, komponen, variabel, dan dasar penilaian. Nilai signifikansi tersebut meliputi nilai estetika, nilai sejarah, nilai budaya, nilai ilmu pengetahuan, nilai sosial, dan nilai ekonomi. Kriteria penilaian meliputi representatif, kelangkaan, kondisi, kelengkapan dan integritas, serta potensi interpretif. Komponen yang digunakan adalah lokasi dan penataan, bentuk dan desain, penggunaan dan fungsi, kualitas immaterial dan kualitas. Variabel diperoleh dari keterkaitan kriteria dan komponen. Dasar penilaian diperoleh berdasarkan keterkaitan nilai dan kriteria yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi asli dan sekarang sekaligus potensi dan persoalan pada masing-masing variabel. Langkah selanjutnya adalah menentukan tingkat signifikansi dengan menilai kondisi asli dan sekarang berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Tindakan pelestarian ditentukan berdasarkan pada potensi dan persoalan yang telah diidentifikasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, telah diperoleh kesimpulan bahwa Kampung Kauman memiliki tingkat nilai signifikansi yang signifikan. Nilai signifikansi Kampung Kauman berdasarkan tingkat tertinggi adalah nilai sosial, nilai ekonomi, nilai sejarah, nilai budaya, nilai ilmu pengetahuan, dan nilai estetika. Nilai sosial merupakan tingkat signifikansi tertinggi dengan kriteria tertinggi adalah kelangkaan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada bidang studi rancang kota mengenai nilai signifikansi budaya Kampung Kauman Surakarta khususnya dalam pengembangan dan perancangan sebagai kampung wisata.