Article Details

MIKROPROPAGASI ANGGREK KELINCI (DENDROBIUM ANTENNATUM LINDL.)

Oleh   Salsabil Hanafi R [10614044]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Iriawati, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek : Life sciences ; biology
Kata Kunci : 6-benzilaminopurin, mikropropagasi, air kelapa, Dendrobium antennatum, tunas, PLB.
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 7 file
Tanggal Input : 2020-04-13 11:44:41

Generic placeholder image
BAB 2 Salsabil Hanafi R

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 3 Salsabil Hanafi R

Terbatas
» ITB

Generic placeholder image
BAB 4 Salsabil Hanafi R

Terbatas
» ITB


Dendrobium antennatum Lindl. merupakan salah satu anggrek potong dengan bunga yang harum dan tahan lama. Sebagai anggrek komersil, diperlukan metode mikropropagasi yang mampu menghasilkan plantlet Dendrobium antennatum Lindl. dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi 6-benzilaminopurin (BAP) optimum dan penambahan air kelapa terhadap multiplikasi tunas serta pembentukan plantlet Dendrobium antennatum Lindl. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu inisiasi dalam medium cair dan dan pembentukan tunas serta plantlet dalam medium padat. Eksplan berupa tunas berukuran 0,5 – 1cm diinisiasi dalam 40 mL medium cair yang mengandung medium basal Vacin & Went (VW) dengan penambahan sukrosa 20 gram/L, 6-benzilaminopurin (BAP) 5 ppm/L, dan air kelapa 15% (v/v). Eksplan kemudian dipindahkan ke medium VW padat dengan penambahan 0,6% gelrite, 6-benzilaminopurin (0, 5, atau 10 ppm), air kelapa 15% (v/v), sukrosa 20 gram/L dan 250 mg/L karbon aktif. Pada medium padat, eksplan disubkultur setiap 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat berada dalam medium cair, eksplan hanya mengalami pembesaran. Setelah dipindahkan ke media padat, eksplan mulai menumbuhkan tunas aksiler secara langsung atau melalui pembentukan Plb (‘protocorm-like body’) dahulu sebelum berdiferensiasi menjadi tunas. Pembentukan tunas aksiler pertama kali diamati pada hari ke 30 di medium VW0, VW0CW, dan VW5CW. Pembentukan PLB pertama kali diamati pada hari ke 15 di seluruh jenis medium. Plb berdiferensiasi menjadi tunas diamati pertama kali pada hari ke 30 pada seluruh jenis medium kecuali VW0. Pada hari ke 60 medium VW5CW menghasilkan total tunas yang paling banyak dengan rata-rata 4,474 ± 4,018 per eksplan. Eksplan berubah menjadi plantlet ketika eksplan telah menumbuhkan akar. Pembentukan plantlet pertama kali diamati pada hari ke 30 di medium VW0CW dan VW5CW. Pada hari ke 60 medium VW0CW menghasilkan plantlet paling banyak dengan rata-rata 0,218 ± 0,248 per eksplan. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa medium tebaik untuk menumbuhkan tunas adalah VW5CW dan medium terbaik untuk menumbuhkan plantlet adalah VW0CW.