digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ismail Aji Pangestu
Terbatas Irwan Sofiyan
» ITB

Sclerotium rolfsii merupakan jamur yang memiliki banyak potensi misalnya sebagai sumber protein, beta glukan, dan lectin. Dalam rangka pemanfaatan tersebut, memerlukan tahapan produksi biomassa miselium. Untuk meningkatkan pertumbuhan miselium, beberapa upaya telah dilakukan, namun penggunaan fitohormon masih jarang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi pertumbuhan miselium S. rolfsii yang dilakukan melalui pemberian fitohormon dan variasi variabel nutrisi. Pendekatan metodologi respon permukaan(RSM) dipakai untuk mengevaluasi interaksi antar variabel tersebut terhadap respon produksi miselium S. rolfsii. Penelitian diawali dengan menentukan efek pemberian fitohormon Indole-3-acetic acid (IAA), 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4 D), dan 6-benzylaminopurin (BAP), (ppm;10,50,100), dan memilih jenis fitohormon yang memberikan efek meningkatkan pertumbuhan terbaik. Lima variabel yaitu sumber karbon(g·L-1;8,15,22); sumber nitrogen(%(v/v),5,10); pH awal medium(4,6,8); waktu inkubasi(hari;4,5,6); dan fitohormon(ppm;10,30), ditentukan keterkaitannya terhadap produksi miselium S. rolfsii menggunakan pendekatan RSM. Diakhir didapatkan model persamaan ordo dua yang selanjutnya digunakan untuk mencari daerah respon optimum dimana produksi miselium S. rolfsii maksimal. Pemberian fitohormon IAA 10 dan 50 ppm, serta 2,4 D 10 ppm meningkatkan pertumbuhan S. rolfsii namun sebaliknya pemberian 2,4 D 50 ppm dan 100 ppm, serta IAA 100 ppm menurunkan pertumbuhan S. rolfsii. Pemberian fitohormon BAP tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan S. rolfsii. Pemberian IAA 10 ppm terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan S. rolfsii hingga 0.6 cm. Jumlah sumber karbon, pH awal medium, dan waktu inkubasi memiliki pengaruh yang signifikan pada produksi miselium S. rolfsii sedangkan jumlah sumber nitrogen dan konsentrasi fitohormon tidak. Kombinasi 22 g·L-1 sumber karbon, 6.10 pH awal medium, dan 6 hari waktu inkubasi optimum untuk menghasilkan miselium S. rolfsii secara maksimal. Selain itu, produksi miselium S. rolfsii baik pada 5%(v/v) sumber nitrogen dan fitohormon IAA 10 ppm. Dengan pendekatan ini dihasilkan 12 g·L-1 berat kering miselium S. rolfsii dan dua kalilipat dari sebelum optimasi. Selain itu, model persamaan ini dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan sumber karbon, pH awal medium dan waktu inkubasi sesuai dengan jumlah biomassa yang ingin dihasilkan.