Article Details

EVALUATION AND COMPARISON OF LIQUID LOADING PREDICTION MODELS IN GAS WELLS

Oleh   Muhammad Denis Syahputra [12215039]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Amega Yasutra, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FTTM - Teknik Perminyakan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek :
Kata Kunci : Sumur gas, liquid loading, laju alir kritis, kecepatan kritis
Sumber :
Staf Input/Edit : Suharsiyah  
File : 2 file
Tanggal Input : 2020-01-07 13:24:40

Generic placeholder image
ABSTRAK Muhammad Denis Syahputra

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2019 TA PP MUHAMMAD DENIS SYAHPUTRA 1.pdf)u

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Hidrokarbon masih tetap menjadi sumber energi utama, sehingga sangat krusial untuk dapat memproduksi dengan laju yang ditentukan selama periode waktu tertentu untuk memenuhi permintaan hidrokarbon, akan tetapi terdapat tantangan dan hambatan untuk memenuhi permintaan itu. Liquid Loading adalah salah satu masalah dan kendala paling signifikan yang mempengaruhi produksi pada sumur gas, yang pada dasarnya adalah ketidakmampuan gas untuk menghilangkan cairan yang diproduksi di dalam lubang sumur. Pertanda terjaidnya liquid loading adalah ketika laju alir gas yang diproduksi turun ke nilai tertentu yang dikenal sebagai "laju alir kritis". Ketika laju alir gas turun ke nilai lebih rendah dari laju alir kritis, cairan yang dihasilkan akan menumpuk di lubang sumur dan menciptakan kolom cairan statis, sehingga akan menciptakan tekanan balik terhadap tekanan formasi dan mengurangi produksi hingga sumur berhenti produksi. Oleh karena itu, untuk mencegah kerugian ekonomi dan produksi yang efisien, liquid loading harus diprediksi lebih awal dan ditangani dengan baik. Terdapat beberapa korelasi atau model prediksi terkemuka yang dapat digunakan untuk memprediksi laju alir kritis pada sumur gas termasuk Turner et al., (1969), Coleman et al., (1991), Nosseir et al., (1997) dan Li et al., (2001). Pada studi ini nilai laju alir kritis (Qgct) dari tiga sumur gas yang berbeda yang diperoleh dari perhitungan menggunakan empat model korelasi akan dibandingkan. Berdasarkan hasil perbandingan, dapat disimpulkan bahwa model Nosseir selalu mendapatkan nilai laju alir kritis yang maksimum pada semua kasus, kebalikannya model Li selalu mendapatkan nilai laju alir kritis yang minimum pada semua kasus, sedangkan model coleman dan model Turner memberikan hasil yang berada pada kisaran menengah. . Model Turner paling banyak digunakan dan diterima di industri minyak dan gas, terlebih lagi teori-teori yang digunakan pada metode lain didasarkan pada model Turner.