digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

ABSTRAK Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Kemal Idham
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Gerakan hunting merupakan gerakan osilasi lateral pada kendaraan rel yang perlu dianalisis ketika meninjau kestabilan lateral kendaraan tersebut. Gerakan hunting perlu dicegah agar menghindari terjadinya derailment, peningkatan keausan roda dan rel, dan lain lain. Kecepatan ketika gerakan tersebut terjadi disebut sebagai kecepatan kritis hunting. Saat ini, FTMD ITB memiliki alat yang dapat menyimulasikan interaksi antara roda dengan rel pada bogie berupa roller rig dengan skala 1:5. Namun, alat ini belum digunakan untuk melakukan pengujian eksperimental dan belum memiliki sistem data akusisi. Melihat vitalnya gerakan hunting dan urgensi untuk mengembangkan roller rig, maka tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kestabilan lateral bogie dengan mencari kecepatan kritis hunting pada kasus pengubahan massa dan penggeseran pusat massa bogie, yang dalam prosesnya mengembangkan roller rig agar memiliki sistem data akusisi yang dapat digunakan secara efektif. Proses untuk mencapai tujuan tersebut dimulai dengan desain dan perakitan sistem data akusisi yang mencakup sensor perpindahan berupa LVDT, sensor percepatan berupa IMU, sensor kecepatan putar berupa rotary encoder, elemen pemrosesan sinyal berupa Arduino, dan manufaktur dudukan untuk setiap komponen tersebut. Kemudian kecepatan kritis hunting diperoleh menggunakan metode perlambatan Stichel. Data yang diperoleh kemudian diolah di MATLAB untuk mendapatkan nilai kecepatan kritis untuk kasus pengubahan nilai massa dan penggeseran pusat massa bogie frame pada sumbu lateral. Kecepatan kritis yang diperoleh memiliki nilai yang sesuai dengan teori, yaitu kecepatan kritis non-linear memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan kecepatan kritis linear nya. Hasil yang diperoleh menunjukkan seiring dengan berkurangnya massa bogie, nilai kecepatan kritis dari bogie mengalami penurunan. Selain itu, pergeseran pusat massa bogie frame pada sumbu lateral tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai kecepatan kritis. Di lain sisi, sistem data akusisi yang sudah didesain juga terbukti dapat mengukur nilai kecepatan kritis di roller rig.