Latar Belakang dan Tujuan: Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) merupakan
masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia. Nasofaringitis akut, yang
digolongkan sebagai salah satu penyakit ISPA, merupakan penyakit yang berada pada urutan
pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung pada
bulan November 2014. Tingginya prevalensi ISPA serta dampak yang ditimbulkannya
membawa akibat pada tingginya konsumsi obat bebas dan antibiotika. Penulisan resep
antibiotika yang berlebihan tersebut umumnya untuk menangani ISPA, meskipun sebagian
besar penyebab dari penyakit ini adalah virus. Hal ini memiliki dampak terhadap
meningkatnya resistensi bakteri maupun peningkatan efek samping yang tidak diinginkan.
Penggunaan obat tanpa indikasi yang jelas atau pemberian obat untuk keadaan yang sama
sekali tidak memerlukan terapi obat merupakan salah satu kriteria penggunaan obat yang
tidak rasional. Penelitian ini bertujuan menilai ketepatan penggunaan antibiotik pada terapi
nasofaringitis akut. Metode Penelitian: Penelitian merupakan studi analisis deskriptif dengan
rancangan penelitian potong lintang yang dilakukan secara retrospektif dan konkuren melalui
wawancara pasien sebagai data primer dan data resep serta rekam medis sebagai data
sekunder. Subyek pada penelitian adalah pasien dengan diagnosis nasofaringitis akut semua
golongan usia, baik laki-laki maupun perempuan di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung
yang menerima pengobatan pada bulan Februari hingga April 2015. Selanjutnya data yang
diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif untuk
mengevaluasi terapi yang digunakan dan secara kualitatif dengan metode Gyssen untuk
mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik. Hasil: Penggunaan antibiotik terbanyak
adalah amoksisilin 71,43%; diikuti dengan siprofloksasin 21,43%; dan kotrimoksazol 7,14%.
Penggunaan antibiotik tanpa indikasi (kategori V) terjadi pada seluruh peresepan antibiotik.
Kesimpulan: Terdapat penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga diperlukan perhatian
dalam keputusan penggunaan antibiotik pada pasien nasofaringitis akut.
Perpustakaan Digital ITB