Norfloksasin dan levofloksasin merupakan antibiotik golongan fluoriquinolon dari
generasi berbeda yang umum digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.
Norlfoksasin memiliki kelarutan yang rendah didalam air, sebaliknya, levofloksasin
memiliki kelarutan yang tinggi, meskipun demikian, keduanya sama-sama bersifat
tidak stabil terhadap cahaya dan oksigen. Dalam penanganan infeksi, antibiotik
seringkali diberikan bersama dengan antiinflamasi, salah satunya adalah NSAID.
Ketoprofen merupakan obat golongan NSAID yang banyak digunakan dalam
praktik klinis untuk mengelola peradangan dan nyeri yang terkait dengan infeksi
bakteri, namun memiliki kelarutan yang rendah didalam air. Penelitian terdahulu
melaporkan pembuatan garam multikomponen antara antibiotik dan antiinflamasi
dapat meningkatkan sifat fisikokimia, potensi antibiotik, dan aktivitas antiinflamasi.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis, karakterisasi, analisis stabilitas,
kelarutan, potensi antibiotik, dan aktivitas antiinflamasi dari garam norfloksasinketoprofen dan levofloksasin-ketoprofen. Pembuatan diagram fase biner digunakan
sebagai langkah awal untuk memprediksi jenis interaksi pada sistem
multikomponen yang terbentuk dan dan menentukan rasio molar stoikiometri yang
tepat, dilanjutkan dengan pembuatan garam multikomponen menggunakan teknik
Solvent Drop Grinding (SDG) dengan perbandingan 1:1 yang dikonfirmasi
menggunakan elektrothermal, Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan
Powder X-Ray Diffractometry (PXRD). Selanjutnya, Fourier Transform Infrared
(FTIR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) digunakan untuk menganalisis
interaksi struktur. Uji stabilitas fisik dilakukan secara organoleptik dalam kondisi
terkontrol (25±5°C/RH 70-80%) selama 4 minggu, diikuti dengan pengamatan
perubahan struktural menggunakan PXRD. Uji kelarutan dilakukan menggunakan
metode spektrofotometer derivatif UV, pengukuran potensi antibiotik
menggunakan metode mikrodilusi terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus
aureus) dan Gram-negatif (Escherichia coli), serta uji antiinflamasi in vivo terhadap
tikus Wistar. Garam norfloksasin-ketoprofen dan levofloksasin-ketoprofen berhasil
disintesis dan dikarakterisasi. Pembentukan garam multikomponen terjadi akibat
interaksi ionik antara gugus N-piperazin dari norfloksasin dan levofloksasin dengan
gugus karboksilat dari ketoprofen. Garam yang terbentuk terbukti meningkatkan
stabilitas norfloksasin dan levofloksasin, begitu pula kelarutan ketoprofen dan
norfloksasin. Selain itu, potensi antibiotik dan
aktivitas antiinflamasi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian,
kedua garam multikomponen ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan
baku obat baru, disertai dengan uji lanjutan seperti uji toksisitas in vivo dan uji klinis.
Perpustakaan Digital ITB