Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kegempaan tinggi yang dicirikan oleh kontribusi simultan berbagai jenis sumber gempa, termasuk shallow crustal, megathrust, dan Benioff. Kompleksitas ini menimbulkan tantangan dalam prosedur seleksi-modifikasi set gerak tanah untuk evaluasi dan rehabilitasi bangunan gedung eksisting, khususnya dalam memastikan bahwa proporsi kontribusi masing-masing jenis sumber tercermin dalam komposisi set yang digunakan. Basis data gerak tanah global telah tersedia dalam bentuk basis data terpisah, yaitu NGA-West2 untuk zona shallow crustal aktif dan NGA-Sub untuk zona subduksi. Kondisi praktik yang berjalan saat ini umumnya mengandalkan kurasi manual dan pertimbangan subjektif dalam memanfaatkan hasil deagregasi hazard nasional untuk proses seleksi set gerak tanah dari basis data tersebut. Pendekatan ini membutuhkan waktu signifikan dan sangat bergantung pada judgment profesional masing-masing praktisi dan dapat menghasilkan set yang memadai dalam konteks tertentu. Namun demikian, tanpa adanya kerangka yang terstruktur dan terdokumentasi, konsistensi terhadap karakteristik hazard nasional serta replikasi proses pada skala yang lebih luas menjadi tantangan tersendiri.
Penelitian ini mengembangkan suatu platform seleksi-modifikasi gerak tanah terotomasi yang mengintegrasikan langsung data deagregasi hazard nasional (PuSGeN) dengan metadata gerak tanah global (NGA-West2 dan NGA-Sub). Kebaruan utama penelitian ini terletak pada integrasi eksplisit proporsi kontribusi multi-jenis sumber gempa ke dalam algoritma seleksi-modifikasi, sehingga penyusunan set gerak tanah tidak hanya memenuhi kesesuaian spektral terhadap target desain, tetapi juga konsisten dengan karakteristik hazard nasional. Platform ini dirancang untuk mendukung evaluasi dan rehabilitasi seismik bangunan gedung eksisting pada kondisi situs umum (non-near-fault) dan dapat diakses oleh praktisi teknik sipil secara luas.
Pengembangan platform diawali dengan penyusunan basis data hazard nasional, yang diperoleh melalui hasil deagregasi probabilistik dengan resolusi spasial
0,1°, empat titik periode getar (PGA, 0,2 detik, 1,0 detik, dan 3,0 detik), dan dua tingkat gempa (BSE-1E dan BSE-2E). Data deagregasi ini kemudian diolah menjadi metadata terstruktur yang mengandung magnitudo dominan, jarak sumber dominan, epsilon, dan rasio kontribusi jenis sumber gempa. Selanjutnya, basis data gerak tanah global (NGA-West2 dan NGA-Sub) digunakan sebagai kandidat set gerak tanah, yang kemudian disaring secara otomatis berdasarkan parameter hasil deagregasi dan kriteria screening yang disesuaikan untuk kondisi Indonesia. Seleksi set dilakukan secara iteratif dengan algoritma modified greedy untuk meminimalisir nilai mean squared error (MSE) antara spektrum set dan spektrum target, sambil memenuhi kriteria proporsi jenis sumber, jumlah maksimum rekaman per kejadian gempa, serta batas faktor skala.
Validasi dilakukan melalui 40 studi kasus dan masing-masing diuji menggunakan dua metode seleksi, yaitu metode konvensional dan algoritma modified greedy. Studi kasus yang dipilih mewakili berbagai kombinasi lokasi, kelas situs tanah, tingkat gempa, dan rentang periode desain struktur. Hasil menunjukkan bahwa set rekomendatif hasil otomatisasi memiliki tingkat ketidaksesuaian spektral global yang sangat rendah, distribusi magnitudo dan jarak sumber yang selaras dengan hasil deagregasi nasional, serta konsistensi terhadap kriteria kesesuaian spektral yang dipersyaratkan dalam standar evaluasi. Selain itu, platform ini memungkinkan penyusunan set rekomendatif tanpa ketergantungan pada akselerogram penuh, melainkan cukup menggunakan metadata spektrum target dan parameter rekaman, sehingga mempercepat pemrosesan dan meningkatkan skalabilitas nasional. Penetapan kondisi desain dan kesesuaian input terhadap kebutuhan evaluasi, termasuk klasifikasi situs sebagai non-near-fault atau near-fault, serta validasi kesesuaian set terhadap ketentuan SNI 9273:2025, tetap berada dalam lingkup pertanggungjawaban profesional praktisi.
Penelitian ini menunjukkan bagaimana hasil kajian hazard nasional dapat diimplementasikan secara langsung dalam sistem seleksi-modifikasi terotomasi untuk mendukung praktik enjinering. Dengan memfasilitasi proses seleksi-modifikasi secara lebih terstruktur, objektif, dan efisien, platform ini mendukung peningkatan keandalan evaluasi serta skalabilitas asesmen bangunan gedung eksisting di Indonesia, sekaligus merepresentasikan bentuk hilirisasi riset rekayasa gempa ke dalam aplikasi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh praktisi.
Perpustakaan Digital ITB