Article Details

HOTEL TREKKING DI BUKIT MENDELEM PEMALANG

Oleh   Slamet Zarkasih [15215030]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.-Ing. Ir. Himasari Hanan, MAE;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Hotel, Trekking, Ramah Lingkungan, Citra Sportif, Alami
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 20 Sep 2019

Generic placeholder image
ABSTRAK Slamet Zarkasih

Terbatas
» ITB


Kawasan Bukit Mendelem merupakan suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang berada di Kabupaten Pemalang dan menjadi bagian dari pegunungan Slamet, Provinsi Jawa Tengah. Alam yang indah di kaki Gunung Slamet memang sangat potensial untuk terus dikembangkan menjadi destinasi wisata andalan, namun belum ditunjang dengan fasilitas akomodasi yang mencukupi. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas perhotelan yang memadai dirasa merupakan keharusan dan penulis merencanakan Kompleks Hotel Trekking di kawasan Taman Rancah, Mendelem, Belik, Pemalang. Kompleks hotel direncanakan berada dalam lingkungan taman wisata alam yang menawarkan berbagai arena olahraga outdoor, seperti panjat tebing, pendakian gunung, dan arena outbond. Kompleks perhotelan akan dibangun dengan fasilitas mencakup penginapan dengan 30 kamar, restoran berkapasitas 90 orang, tempat penyewaan alat hiking, taman, dan area parkir untuk 20 mobil dan 30 sepeda motor. Kondisi topografi yang berbukit-bukit menuntut rancangan bangunan yang sedapat mungkin mengikuti kontur agar dapat menghindari proses cut & fill yang akan membebani biaya pembangunan. Konsep perancangan kompleks hotel ini berangkat dari pengalaman ruang yang dialami oleh hikers ketika dalam penjelajahan alam. Pengalaman berjalan kaki melewati tebing terjal, melihat puncak-puncak bukit, bernaung di bawah pohon, dan bermalam di perkemahan kemudian diabstraksi menjadi desain lanskap tapak yang berjenjang dengan konfigurasi seperti bumi perkemahan dan simbolisme gunung pada massa bangunan. Berkaitan dengan calon pengguna sebagai pecinta alam, bangunan dirancang dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan menggunakan material lokal dan alami. Untuk mendukung operasional hotel yang berkelanjutan, fleksibilitas ruang diterapkan pada desain bangunan unit kamar sehingga kapasitas ruang dapat diatur berdasarkan tren penyewaan kamar hotel.