digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Akira Nuril Shafira
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Di era digital, pasar tekstil konvensional menghadapi kesulitan untuk mempertahankan relevansinya karena perubahan perilaku belanja produk fashion masyarakat yang beralih ke platform online. Online shop menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang membuat pasar tekstil konvensional terabaikan karena pedagang pasar memiliki keterbatasan dalam mengembangkan kapabilitas bisnis, terutama terkait kemampuan digital, yang menghambat kemampuan mereka untuk beradaptasi dan bersaing secara efektif. Pasar Tanah Abang, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah dan identitas yang kuat, juga menghadapi tantangan besar dari perubahan perilaku masyarakat tersebut. Sehingga dalam konteks perancangan ini, Pasar Tanah Abang menjadi model bagaimana pasar tekstil konvensional dapat berkembang dengan memanfaatkan identitasnya untuk menjembatani kesenjangan antara keahlian pedagang dan perubahan perilaku berbelanja masyarakat di era modern. Tesis ini mengusulkan transformasi radikal bagi eksistensi pasar secara fisik dengan mendefinisikan ulang bahwa pasar bukan hanya sebagai ruang transaksi jual-beli, namun juga sebagai ruang sosial yang memfasilitasi interaksi dan transfer pengetahuan. Tesis ini berusaha untuk menunjukkan bahwa kerentanan pasar tekstil konvensional tidak hanya berkaitan dengan elemen spasial, tetapi juga dipengaruhi oleh praktik ekonomi dan sosial yang menuntut pedagang untuk menjadi agen yang aktif berperan terhadap perubahan perilaku belanja di pasar. Hybrid Marketplace berperan sebagai katalis yang mendukung pengembangan literasi digital dan kemampuan adaptasi pedagang dalam menghadapi industri fashion yang fast-paced dan trend-driven. Untuk menciptakan pengalaman belanja yang baru, Hybrid Marketplace menggunakan cross-channel behavior sebagai pendekatan desain dengan interaksi sosial dipahami sebagai manifestasi integrasi antara pengalaman digital dan fisik dalam penciptaan lingkungan pasar yang baru. Pasar direkonseptualisasikan sebagai integrasi antara dimensi fisik dan digital, di mana arsitektur bertindak sebagai hasil translasi perilaku pasar secara virtual ke dalam pengalaman spasial dalam lingkungan fisik. Tesis ini merumuskan tipologi pasar tekstil konvensional yang selama ini dipahami sebagai ruang dengan fungsi tunggal, dengan mengusulkan sebuah ruang multifungsi di mana dimensi ekonomi, sosial, dan edukasi informal memproduksi ruang pasar yang kolaboratif. Pendekatan ini memungkinkan pasar tekstil tetap eksis dan relevan dalam lingkungan industri fashion yang dinamis, sekaligus menciptakan pengalaman hybrid yang merekonfigurasi relasi antar pelaku usaha, memperluas ekosistem komunitas, selagi menjaga identitas budaya dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan perubahan kebutuhan masyarakat.