Abstrak_Yasmine Maharani Putri
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Penyandang disabilitas intelektual merupakan individu yang mengalami keterbatasan fungsi intelektual dan adaptif yang berimplikasi pada kemampuan berpikir, bersosialisasi, berbahasa, serta melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu, mereka tetap memiliki potensi untuk berkembang secara optimal apabila memperoleh dukungan dan pelatihan yang tepat. Di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, masih terdapat keterbatasan fasilitas yang mewadahi pendidikan lanjutan dan pengembangan potensi penyandang disabilitas intelektual setelah lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga kemampuan yang telah dibentuk berisiko mengalami penurunan akibat tidak tersedianya wadah pengembangan berkelanjutan. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan menyediakan fasilitas edukasi dan pengembangan potensi yang mendukung kemandirian serta peningkatan kualitas hidup penggunanya. Pendekatan perancangan yang diterapkan adalah arsitektur perilaku, yang menitikberatkan pada pemahaman karakteristik, kebiasaan, serta sensitivitas pengguna terhadap lingkungan binaan, dengan perumusan enam prinsip perancangan, yaitu legibility and wayfinding, territoriality and control, design for senses, prospect and refuge, privacy and choice, serta design for routine. Untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif dan mudah diakses, perancangan juga mengadopsi pendekatan barrier-free design sebagai bagian dari desain universal. Selain itu, konsep arsitektur biofilik diterapkan sebagai respons terhadap konteks tapak perkotaan yang padat dan berpotensi menimbulkan stres, dengan mengacu pada tiga aspek desain biofilik yang dirumuskan oleh Terrapin Bright Green, yaitu nature in space, nature analogues, dan nature of the space, sehingga diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pengembangan potensi penyandang disabilitas intelektual.
Perpustakaan Digital ITB